detikcom

Jual Beli Vaksi Rabies

Pemprov Bali Harus Sediakan Vaksin Rabies Dalam Jumlah Besar

Gede Suardana - detikNews
Kamis, 19/11/2009 13:56 WIB
dok detikcom
Denpasar Kasus jual beli vaksin anti rabies di Bali menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Sebab saat ini rabies di Bali berstatus KLB. Pemprov Bali pun didesak agar mengadakan VAR dalam jumlah besar.

Desakan itu disampaikan peneliti Universitas Udayana Denpasar Dr drh I Gusti Ngurah Mahardika, saat berbincang-bincang dengan detikcom, Kamis (19/11/2009).

"Khusus untuk Bali yang telah ditetapkan sebagai daerah kejadian luar biasa (KLB) rabies, VAR disediakan oleh pemerintah. VAR diberikan gratis kepada pasien," kata Mahardika.

Mahardika menduga, kasus jual beli vaksin terjadi karena persidaannya terbatas. Untuk itu, ia menyarankan Pemprov Bali agar menyiapkan VAR dalam jumlah besar dengan dana yang sangat besar.

Untuk membebaskan Bali dari rabies dengan cepat, Mahardika menyarankan Pemprov Bali segera mengatasi rabies pada anjing. Sebab anggaran Rp 10 miliar per tahun yang digunakan untuk mengatasi rabies tidak akan cukup jika digunakan untuk mengatasi rabies pada manusia.

Ia mencontohkan, saat di di Bali telah terjadi gigitan anjing pada manusia sebanyak 15 ribu kasus. Sedangkan harga VAR lengkap untuk manusia mencapai Rp 700 ribu. "Maka uang Rp 10 miliar sangat kecil dan akan habis jika digunakan untuk rabies pada manusia," ujarnya.

"Saya yakin akan rabies di Bali bisa diatasi jika uang itu digunakan mengatasi rabies pada anjing. Sebab akan membutuhkan uang lebih besar jika digunakan mengatasi rabies pada manusia," lanjut Mahardika.

(gds/djo)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru Indeks Berita »
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel