Tifatul: Pertemuan Parpol Koalisi-SBY Bukan Jegal Angket Century
Kamis, 19/11/2009 13:36 WIB
Jakarta
Hak angket skandal Bank Century menjadi salah satu topik hangat yang dibahas dalam pertemuan Presiden SBY dengan menteri dari parpol koalisi, semalam. Pertemuan itu untuk menyamakan persepsi hak angket Century, bukan untuk menjegalnya.
"Tidak (menjegal hak angket Century). Kok di DPR dijegal di sini," kata Menkominfo Tifatul Sembiring sebelum menghadiri rapat kabinet paripurna di kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2009).
Menurut dia, Presiden SBY tidak memberikan instruksi-instruksi apa pun dan meminta menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Supaya lurus saja. Semua juga usulkan begitu, bahwa tunggu audit BPK. Bukan hanya Presiden tetapi kita lihat permintaan audit BPK juga diminta DPR. Jadi jangan sampai audit dihentikan tetapi dituntaskan dan setelah itu baru dilakukan hal lain kalau diperlukan," papar eks Presiden PKS ini.
Dalam pertemuan itu, lanjut Tifatul, Presiden SBY mengingatkan agar parpol koalisi mengintensifkan komunikasi baik legislatif maupun eksekutif.
"Ini masalah koalisi, Presiden ingatkan bahwa memang di dalam kesepakatan ada komunikasi mengenai partai. Pertama, di legislatif. Kedua, presiden dengan pimpinan partai dan ketiga, di eksekutif dengan menteri-menteri terkait," kata Tifatul.
Apa ada yang salah tentang komunikasi? "Bukan. Ini untuk implementasi kesepakatan di kontrak politik ada," ujar dia.
Sejumlah menteri yang berasal dari partai koalisi pendukung pemerintahan, dipanggil Presiden SBY di Wisma Negara, Jakarta Pusat, Rabu 18 November 2009 pukul 19.00 WIB. Mereka antara lain Mensos Salim Segaf Al Jufri, Menhut Zulkifli Hasan, Menpera Suharsa Monoarfa dan Menag Surya Dharma Ali.
(aan/nrl)
"Tidak (menjegal hak angket Century). Kok di DPR dijegal di sini," kata Menkominfo Tifatul Sembiring sebelum menghadiri rapat kabinet paripurna di kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2009).
Menurut dia, Presiden SBY tidak memberikan instruksi-instruksi apa pun dan meminta menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Supaya lurus saja. Semua juga usulkan begitu, bahwa tunggu audit BPK. Bukan hanya Presiden tetapi kita lihat permintaan audit BPK juga diminta DPR. Jadi jangan sampai audit dihentikan tetapi dituntaskan dan setelah itu baru dilakukan hal lain kalau diperlukan," papar eks Presiden PKS ini.
Dalam pertemuan itu, lanjut Tifatul, Presiden SBY mengingatkan agar parpol koalisi mengintensifkan komunikasi baik legislatif maupun eksekutif.
"Ini masalah koalisi, Presiden ingatkan bahwa memang di dalam kesepakatan ada komunikasi mengenai partai. Pertama, di legislatif. Kedua, presiden dengan pimpinan partai dan ketiga, di eksekutif dengan menteri-menteri terkait," kata Tifatul.
Apa ada yang salah tentang komunikasi? "Bukan. Ini untuk implementasi kesepakatan di kontrak politik ada," ujar dia.
Sejumlah menteri yang berasal dari partai koalisi pendukung pemerintahan, dipanggil Presiden SBY di Wisma Negara, Jakarta Pusat, Rabu 18 November 2009 pukul 19.00 WIB. Mereka antara lain Mensos Salim Segaf Al Jufri, Menhut Zulkifli Hasan, Menpera Suharsa Monoarfa dan Menag Surya Dharma Ali.
(aan/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
