detikcom
Rabu, 18/11/2009 22:40 WIB

Tulisan Skenario Kasus Century Mengemuka di Diskusi DPD

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Diskusi rutin yang digelar DPD berlangsung interaktif antara pembicara dengan pesertanya. Tema "Di Balik Kelambu Skandal Century" menarik sekitar 40 orang untuk menghadiri diskusi yang biasa digelar tiap hari rabu itu.

Para pembicara yakni anggota DPD I Wayan Sidharta, ahli komunikasi politik Effendi Ghazalie, dan pengamat ekonomi Drajad Wibowo memaparkan seluruh pandangan dan pendapatnya soal kasus Bank Century. Ada saling adu argumentasi, baik antara pembicara dengan peserta maupun sesama pembicara itu sendiri.

Suasana tambah hot kala salah satu pembicara, direktur utama Negarawan Center Johan Silalahi, mengungkapkan kalau ada skenario tertentu di balik kasus Bank Century yang dibeberkan dalam salah satu blog di dunia maya. Menurut Johan keterangan di blog tersebut cukup valid, walau pun dia tidak bisa menunjukkan bukti pendukung ucapannya itu.

"Bahwa fakta di balik kriminalisasi KPK yang ada di blog yang saya pegang dan saudara akan saya beri kopi-nya adalah 80-90 persen benar," tuturnya, Rabu (18/11/2009).

Sontak, para peserta yang di antaranya adalah Ray Rangkuti, Fadjroel Rahman, dan Usman Hamid tampak bergumam kecil. Tidak ada peserta maupun pembicara lainnya yang memberikan tanggapan.

Dalam blog yang dibuat di situs penyedia wordpress tersebut memang ada tulisan yang membeberkan bagaimana kasus Bank Century dibuat dan akhirnya sambung menyambung sampai menyeret Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah. Tak
tanggung-tanggung, sejumlah figur penting di Indonesia juga muncul dalam tulisan yang diposting oleh seseorang bernama Rina Dewreight itu.

Selain pernyataan Johan, tidak ada bukti-bukti lain dalam blog tersebut yang bisa menguatkan tulisan tersebut. Sedangkan tulisan soal skenario kasus Bank Century itu diposting bebarengan pada waktu pembuatannya pada saat 12 November 2009. Setelah itu, blog yang hanya berisi satu tulisan itu seperti mati suri, sedangkan Rina sang penulis tidak jelas sosoknya.

Sebelumnya SBY berkata akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang membuat kabar bohong yang mengaitkan kasus Chandra-Bibit dengan dirinya atau keluarganya. "Karena bagi saya sudah keterlaluan. Kalau tidak saya hadapi akan menimbulkan persepsi yang keliru pada masyarakat luas," jelasnya.

Jadi apakah blog yang dimaksud ini termasuk pihak-pihak yang menyebarkan kabar bohong? Belum ada keterangan resmi atas hal ini.


Seorang polisi diduga bunuh diri dengan cara menembak kepalanya. Simak di "Reportase Malam", pukul 02.08 WIB Hanya di TransTV

(gah/anw)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000