Hendrikus: Banyak Tim Terlibat Pembunuhan Nasrudin
Selasa, 17/11/2009 13:00 WIB
Jakarta
Eksekutor pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Hendrikus Kia Walen, menolak bersaksi di sidang Wiliardi Wizar. Hendrikus merasa dizalimi karena banyak tim yang terlibat pembunuhan Nasrudin namun tidak disidang.
"Kami meminta keadilan Majelis Hakim. Begitu banyak tim yang dilibatkan tetapi tidak semua dihadapkan ke pengadilan. Saya merasa dizalimi," kata Hendrikus.
Hal ini disampaikan dia saat memberikan kesaksian dalam sidang dengan terdakwa Wiliardi Wizar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2009).
Pria yang akrab disapa Hendrik ini berpendapat yang telah dilakukannya adalah tugas negara. "Kami merasa ini tugas negara karena tugas di lapangan dibicarakan di Mabes Polri. Saat konfirmasi pun, itu petugas," ujar dia
"Saudara ke Mabes Polri?", kata Ketua Majelis Hakim Arta Theresia.
"Tidak. Itu kata Saudara Edo. Saudara Edo yang ke sana. Saya menolak memberikan keterangan yang bisa mengancam jiwa saya," kata Hendrik.
"Siapa yang mengancam, jangan takut kalau belum waktunya kalian akan selamat. Tidak akan mati," bujuk Arta.
Hendrikus hanya diam.
"Saya mencabut BAP saya," cetus dia.
Kuasa hukum Wiliardi Wizard, Apolos Djara Bonga, juga mempertanyakan pernyataan Hendrikus terkait banyaknya tim yang dilibatkan dalam pembunuhan Nasrudin.
Dia mengaku tidak tahu tim yang dimaksud oleh Hedrikus.
"Itu yang kita pertanyakan. Kita juga ingin tahu siapa yang mengancam-ancam itu," kata Apolos.
(aan/gah)
"Kami meminta keadilan Majelis Hakim. Begitu banyak tim yang dilibatkan tetapi tidak semua dihadapkan ke pengadilan. Saya merasa dizalimi," kata Hendrikus.
Hal ini disampaikan dia saat memberikan kesaksian dalam sidang dengan terdakwa Wiliardi Wizar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (17/11/2009).
Pria yang akrab disapa Hendrik ini berpendapat yang telah dilakukannya adalah tugas negara. "Kami merasa ini tugas negara karena tugas di lapangan dibicarakan di Mabes Polri. Saat konfirmasi pun, itu petugas," ujar dia
"Saudara ke Mabes Polri?", kata Ketua Majelis Hakim Arta Theresia.
"Tidak. Itu kata Saudara Edo. Saudara Edo yang ke sana. Saya menolak memberikan keterangan yang bisa mengancam jiwa saya," kata Hendrik.
"Siapa yang mengancam, jangan takut kalau belum waktunya kalian akan selamat. Tidak akan mati," bujuk Arta.
Hendrikus hanya diam.
"Saya mencabut BAP saya," cetus dia.
Kuasa hukum Wiliardi Wizard, Apolos Djara Bonga, juga mempertanyakan pernyataan Hendrikus terkait banyaknya tim yang dilibatkan dalam pembunuhan Nasrudin.
Dia mengaku tidak tahu tim yang dimaksud oleh Hedrikus.
"Itu yang kita pertanyakan. Kita juga ingin tahu siapa yang mengancam-ancam itu," kata Apolos.
(aan/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 11:52 WIB
PD Tarik Wacana Pencapresan Ani Yudhoyono karena SBY Marah?
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:07 WIB
MKGR Deklarasikan Pencapresan Ical
-
Minggu, 27/05/2012 10:56 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Iqbal Meninggal di Ayunan
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:48 WIB
Ibu Ani Pernah Bilang 10 Tahun SBY Mengabdi Sudah Cukup bagi Keluarga
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
286 Komentar
-
243 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
