Sidang Antasari
Brigjen Suhardi: Polri Sangat Care pada Antasari
Selasa, 17/11/2009 11:29 WIB
Jakarta
Kesaksian Wiliardi Wizar menerangkan adanya skenario polisi untuk melibatkan Antasari Azhar dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Namun, sebenarnya pimpinan korps bhayangkara sangat menaruh kepedulian terhadap eks Ketua KPK itu.
"Pimpinan Polri sangat care terhadap beliau (Antasari). Saya di sini akan menceritakannya sedikit," kata Suhardi Alius saat menjadi saksi di sidang dengan terdakwa Antasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (17/11/2009).
Suhardi adalah koordinator asisten pribadi Kapolri dari era Jendral Sutanto hingga Jendral Bambang Hendarso Danuri (BHD). Namun, sejak pertengahan Februari 2009, pria berpangkat Brigjen tersebut sudah dipindahkan ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
Menurut Suhardi, kata memimpin KPK, Antasari mendapatkan pengamanan secara resmi dari petugas kepolisian. Selain beberapa ajudan, Polri juga menyiapkan 6 personel gegana (penjinak bom) terbaik yang diseleksi dengan menggunakan tes kejiwaan (psikotes).
"Kami tahu, beliau pendekar hukum, jadi harus diamankan sebaik mungkin," lanjut Suhardi.
Diungkapkan dia, Antasari sering menelepon meminta pengamanan tambahan bila bertugas ke daerah-daerah yang berpotensi mengandung ancaman. Polri lantas melakukan pengamanan secara tertutup.
Tidak hanya bagi Antasari selaku ketua KPK, pengamanan juga diberikan terhadap keluarga pria asal Palembang, Sumatera Selatan, tersebut. Misalnya saat anak perempuan Antasari sedang kuliah praktek di Magelang, Jawa Tengah (Jateng). Saat itu, Sigid Haryo Wibisono (SHW) yang memberitahukan kegiatan anak Antasari tersebut.
"Saya konfirmasi ke beliau (Antasari), kemudian saya langsung telepon Kapolres Magelang," kata Suhardi.
Antasari pernah meminta bantuan kepada Sutanto untuk mencari adiknya yang hilang. Sutanto, yang waktu itu sedang menunaikan ibadah umroh di Arab Saudi, langsung memerintahkan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Sumsel untuk melakukan pencarian.
"Dalam 5 jam, kami yang berada di Makkah sudah diberitahu kalau sudah ditemukan," kisah Suhardi yang menyimpan seluruh nomor HP milik Antasari itu.
Suhari mengaku, hubungannya dengan Antasari sangat dekat. Bahkan di kalangan polisi sekelas dia, Antasari sudah dianggap sebagai pimpinan.
"Saya kenal baik dengan beliau. Bahkan sudah saya anggap pimpinan sendiri. Saya terakhir diminta bantuan untuk mendampingi beliau menyeleksi direktur di KPK," pungkasnya.
(irw/nrl)
"Pimpinan Polri sangat care terhadap beliau (Antasari). Saya di sini akan menceritakannya sedikit," kata Suhardi Alius saat menjadi saksi di sidang dengan terdakwa Antasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (17/11/2009).
Suhardi adalah koordinator asisten pribadi Kapolri dari era Jendral Sutanto hingga Jendral Bambang Hendarso Danuri (BHD). Namun, sejak pertengahan Februari 2009, pria berpangkat Brigjen tersebut sudah dipindahkan ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
Menurut Suhardi, kata memimpin KPK, Antasari mendapatkan pengamanan secara resmi dari petugas kepolisian. Selain beberapa ajudan, Polri juga menyiapkan 6 personel gegana (penjinak bom) terbaik yang diseleksi dengan menggunakan tes kejiwaan (psikotes).
"Kami tahu, beliau pendekar hukum, jadi harus diamankan sebaik mungkin," lanjut Suhardi.
Diungkapkan dia, Antasari sering menelepon meminta pengamanan tambahan bila bertugas ke daerah-daerah yang berpotensi mengandung ancaman. Polri lantas melakukan pengamanan secara tertutup.
Tidak hanya bagi Antasari selaku ketua KPK, pengamanan juga diberikan terhadap keluarga pria asal Palembang, Sumatera Selatan, tersebut. Misalnya saat anak perempuan Antasari sedang kuliah praktek di Magelang, Jawa Tengah (Jateng). Saat itu, Sigid Haryo Wibisono (SHW) yang memberitahukan kegiatan anak Antasari tersebut.
"Saya konfirmasi ke beliau (Antasari), kemudian saya langsung telepon Kapolres Magelang," kata Suhardi.
Antasari pernah meminta bantuan kepada Sutanto untuk mencari adiknya yang hilang. Sutanto, yang waktu itu sedang menunaikan ibadah umroh di Arab Saudi, langsung memerintahkan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Sumsel untuk melakukan pencarian.
"Dalam 5 jam, kami yang berada di Makkah sudah diberitahu kalau sudah ditemukan," kisah Suhardi yang menyimpan seluruh nomor HP milik Antasari itu.
Suhari mengaku, hubungannya dengan Antasari sangat dekat. Bahkan di kalangan polisi sekelas dia, Antasari sudah dianggap sebagai pimpinan.
"Saya kenal baik dengan beliau. Bahkan sudah saya anggap pimpinan sendiri. Saya terakhir diminta bantuan untuk mendampingi beliau menyeleksi direktur di KPK," pungkasnya.
(irw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
243 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
