Menunduk pada Kaisar Jepang
Obama Cuma Jalankan Protokol
Selasa, 17/11/2009 10:23 WIB
AFP
Washington
Sikap Presiden AS Barack Obama yang menunduk hormat saat berjabatan tangan dengan Kaisar Jepang Akihito menuai kritikan di negeri adikuasa itu. Namun pejabat senior pemerintahan Obama menegaskan, Obama semata-mata menjalankan protokol.
"Saya pikir mereka yang mencoba mempolitisir hal-hal itu sangatlah keliru," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya pada situs berita Politico.com dan dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/11/2009).
"Saya pikir tak seorang pun di Jepang -- yang melihat pidatonya dan reaksi atas pidatonya, tentunya mereka yang menyaksikan pertemuan bilateralnya di sana -- akan mengatakan apapun kecuali bahwa dia memperkuat posisi dan status AS terhadap Jepang," tulis Politico.
"Itu kunjungan yang bagus, positif di waktu yang penting, karena banyak yang sedang terjadi di Jepang," tandas pejabat AS tersebut.
Acara-acara talk show politik di AS telah berulang kali menayangkan momen Obama menunduk kepada Kaisar Jepang. Menurut para pengkritik, Obama seharusnya berdiri tegak saat mewakili Amerika di luar negeri.
"Saya tidak tahu kenapa Presiden Obama berpikir itu pantas. Mungkin dia pikir itu akan bagus di Jepang. Tapi tidak pantas bagi seorang presiden Amerika untuk menunduk di depan orang asing," cetus kritikus William Kristol di acara Fox News Sunday.
Bahkan menurutnya, sikap Obama itu menunjukkan AS telah menjadi lemah dan terlalu segan di bawah pemerintahan Obama.
(ita/nrl)
"Saya pikir mereka yang mencoba mempolitisir hal-hal itu sangatlah keliru," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya pada situs berita Politico.com dan dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/11/2009).
"Saya pikir tak seorang pun di Jepang -- yang melihat pidatonya dan reaksi atas pidatonya, tentunya mereka yang menyaksikan pertemuan bilateralnya di sana -- akan mengatakan apapun kecuali bahwa dia memperkuat posisi dan status AS terhadap Jepang," tulis Politico.
"Itu kunjungan yang bagus, positif di waktu yang penting, karena banyak yang sedang terjadi di Jepang," tandas pejabat AS tersebut.
Acara-acara talk show politik di AS telah berulang kali menayangkan momen Obama menunduk kepada Kaisar Jepang. Menurut para pengkritik, Obama seharusnya berdiri tegak saat mewakili Amerika di luar negeri.
"Saya tidak tahu kenapa Presiden Obama berpikir itu pantas. Mungkin dia pikir itu akan bagus di Jepang. Tapi tidak pantas bagi seorang presiden Amerika untuk menunduk di depan orang asing," cetus kritikus William Kristol di acara Fox News Sunday.
Bahkan menurutnya, sikap Obama itu menunjukkan AS telah menjadi lemah dan terlalu segan di bawah pemerintahan Obama.
(ita/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 16:19 WIB
Duh! Pemotor Tak Berhelm Nyelonong Masuk Tol Dalam Kota
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Banyak Calon Pemimpin Andalkan Pencitraan di Televisi
-
Jumat, 25/05/2012 16:13 WIB
Dihadiri Miranda Gultom, Adnan Buyung Rilis Bocoran Nasihat untuk SBY
-
Jumat, 25/05/2012 16:10 WIB
Lacak Rekam Jejak & Pakai Hati Nurani untuk Pilih Pemimpin
-
Jumat, 25/05/2012 15:58 WIB
Lagi, Napi Lapas Gintung Cirebon Tertangkap Miliki Narkoba
-
Jumat, 25/05/2012 15:29 WIB
Aksi Longmarch Tolak Lady Gaga, FPI Gelar Aksi di Kemenko Polhukam
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
Jumat, 25/05/2012 14:32 WIB
Ketua KPK Minta Namanya Tak Dimasukkan di Website Jokowi-Basuki
-
Jumat, 25/05/2012 15:16 WIB
Setelah 33 Tahun, Pria Ini Akui Bunuh Anak yang Hilang di New York
-
705 Komentar
-
273 Komentar
-
240 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 572.000
- Rp 2,801.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
