Menlu Smith: SBY Tunda ke Australia karena Masalah Domestik
Selasa, 17/11/2009 08:54 WIB
Terkait
Jakarta
Sejatinya Presiden SBY hendak berkunjung ke Australia pekan depan. Namun kunjungan itu ditunda hingga awal tahun depan karena SBY ingin kosentrasi pada masalah dalam negeri. Tak urung penundaan ini meniumbulkan reaksi dari kalangan oposisi di Australia.
Kubu opisisi menilai penundaan itu terkait dengan ketegangan kedua negara atas kasus 78 pencari suaka asal Tamil, Srilanka, yang tak mau meninggalkan kapal Australia Oceanic Viking yang berada 10 mil dari Bintan, Indonesia. Pemerintah Australia ingin pencari suaka itu ditahan oleh otoritas Indonesia, sedangkan opisisi meminta pemerintah Australia menarik mereka ke negeri kangguru karena pencari suaka itu mengancam akan bunuh diri bila dikembalikan ke Indonesia.
Menlu Stephen Smith menilai pernyataan kubu oposisi itu berlebihan. Dia menegaskan, SBY menunda kunjungannya karena kesulitan jadwal dan masalah dalam negeri. Demikian dilansir ABC News, Selasa (17/11/2009).
Akhir pekan lalu, gosip penundaan SBY ke Australia berhembus. Sumber menyebutkan penundaan dilakukan karena SBY ingin menyelesaikan masalah di Tanah Air. Diduga masalah itu terkait kasus hukum Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
Smith menyatakan, rencana kunjungan itu tak pernah secara formal diumumkan karena diskusi tentang kunjungan itu masih berlanjut.
"Kadangkala Anda melihat itu pernyataan yang berlebihan dan kadangkala Anda lihat itu pernyataan berlebihan yang massif, dan saya pikir oposisi dalam hal ini seharusnya tenang-tenang saja," ujar Smith pada Radio National.
(nrl/mad)
Kubu opisisi menilai penundaan itu terkait dengan ketegangan kedua negara atas kasus 78 pencari suaka asal Tamil, Srilanka, yang tak mau meninggalkan kapal Australia Oceanic Viking yang berada 10 mil dari Bintan, Indonesia. Pemerintah Australia ingin pencari suaka itu ditahan oleh otoritas Indonesia, sedangkan opisisi meminta pemerintah Australia menarik mereka ke negeri kangguru karena pencari suaka itu mengancam akan bunuh diri bila dikembalikan ke Indonesia.
Menlu Stephen Smith menilai pernyataan kubu oposisi itu berlebihan. Dia menegaskan, SBY menunda kunjungannya karena kesulitan jadwal dan masalah dalam negeri. Demikian dilansir ABC News, Selasa (17/11/2009).
Akhir pekan lalu, gosip penundaan SBY ke Australia berhembus. Sumber menyebutkan penundaan dilakukan karena SBY ingin menyelesaikan masalah di Tanah Air. Diduga masalah itu terkait kasus hukum Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
Smith menyatakan, rencana kunjungan itu tak pernah secara formal diumumkan karena diskusi tentang kunjungan itu masih berlanjut.
"Kadangkala Anda melihat itu pernyataan yang berlebihan dan kadangkala Anda lihat itu pernyataan berlebihan yang massif, dan saya pikir oposisi dalam hal ini seharusnya tenang-tenang saja," ujar Smith pada Radio National.
(nrl/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
243 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
