Laporan dari Arab Saudi
Jamaah Calhaj Tersesat Mencapai 97 Orang Per Hari
Selasa, 17/11/2009 06:41 WIB
Makkah
Mendekati puncak ibadah haji, jumlah jamaah calon haji (calhaj) Indonesia yang tersesat mendekati seratus orang per hari. Mayoritas jamaah yang tersesat itu dialami jamaah yang berusia lanjut.
"Kemarin lusa yang tersesat jalan 111 orang, kemarin 97 orang, hari ini ada 83 orang. Jamaah tersesat jalan biasanya kami jumpai setiap kali selesai waktu salat," kata Kepala Sektor Khusus Jamaah Sesat Jalan M Ali Saifudin kepada wartawan Media Center Haji di Makkah, Senin (16/11/2009).
Menurut Ali, dibandingkan dengan kondisi pada awal November, saat jamaah Icalhaj Indonesia baru masuk Makkah, jumlah itu meningkat drastis, dibanding sebelumnya yang mencapai sekitar 30 orang per hari. Semakin banyaknya jamaah calhaj Indonesia yang berada di Makkah, ditambah suasana Masjidil Haram yang semakin padat dengan jamaah dari penjuru dunia membuat jamaah mudah terpisah dari rombongan.
Akibatnya, jamaah yang memang tidak mengenal medan di Makkah mudah tersesat.
"Jumlah pintu Masjidil Haram ada 94 buah, ketika jemaah masuk dari pintu yang satu, terus keluarnya dari pintu yang lain, mereka jadi bingung dan tersesat," jelasnya.
Ali menambahkan, mayoritas jamaah yang tersesat berusia 60 tahun ke atas, baik tersesat sendirian maupun rombongan. "Pernah ada dua puluhan jemaah tersesat bersama karena ketua rombongannya tidak memahami jalan," ungkapnya.
Ali juga menerangkan, jamaah yang tersesat ini juga rata-rata tidak bisa
berkomunikasi dengan bahasa Indonsia dengan baik, tapi hanya mampu dengan bahasa daerah masing-masing. Tentunya, ini menimbulkan kesulitan tersendiri saat petugas jamaah sesat ketika hendak menanyakan nomor rumah pemondokannya.
Namun setelah mencocokkan identitas di gelang identitas dengan "data base"
jamaah, persoalan itu terselesaikan. Untuk mengurangi risiko jamaah tersesat, Ali menganjurkan agar jamaah mengenali medan. Mereka harus ditunjukkan lokasi dan pintu-pintu yang bisa dijadikan patokan.
Saat hendak masuk masjid, jemaah disarankan tidak meletakkan alas kaki di tempat penitipan sandal yang berada di luar masjid. Sebaiknya, jemaah menaruh sendal atau sepatunya di tas kresek dan membawa serta ke dalam masjid. Dengan begitu, saat hendak keluar masjid jemaah lebih leluasa untuk keluar lewat pintu mana saja.
(zal/mad)
"Kemarin lusa yang tersesat jalan 111 orang, kemarin 97 orang, hari ini ada 83 orang. Jamaah tersesat jalan biasanya kami jumpai setiap kali selesai waktu salat," kata Kepala Sektor Khusus Jamaah Sesat Jalan M Ali Saifudin kepada wartawan Media Center Haji di Makkah, Senin (16/11/2009).
Menurut Ali, dibandingkan dengan kondisi pada awal November, saat jamaah Icalhaj Indonesia baru masuk Makkah, jumlah itu meningkat drastis, dibanding sebelumnya yang mencapai sekitar 30 orang per hari. Semakin banyaknya jamaah calhaj Indonesia yang berada di Makkah, ditambah suasana Masjidil Haram yang semakin padat dengan jamaah dari penjuru dunia membuat jamaah mudah terpisah dari rombongan.
Akibatnya, jamaah yang memang tidak mengenal medan di Makkah mudah tersesat.
"Jumlah pintu Masjidil Haram ada 94 buah, ketika jemaah masuk dari pintu yang satu, terus keluarnya dari pintu yang lain, mereka jadi bingung dan tersesat," jelasnya.
Ali menambahkan, mayoritas jamaah yang tersesat berusia 60 tahun ke atas, baik tersesat sendirian maupun rombongan. "Pernah ada dua puluhan jemaah tersesat bersama karena ketua rombongannya tidak memahami jalan," ungkapnya.
Ali juga menerangkan, jamaah yang tersesat ini juga rata-rata tidak bisa
berkomunikasi dengan bahasa Indonsia dengan baik, tapi hanya mampu dengan bahasa daerah masing-masing. Tentunya, ini menimbulkan kesulitan tersendiri saat petugas jamaah sesat ketika hendak menanyakan nomor rumah pemondokannya.
Namun setelah mencocokkan identitas di gelang identitas dengan "data base"
jamaah, persoalan itu terselesaikan. Untuk mengurangi risiko jamaah tersesat, Ali menganjurkan agar jamaah mengenali medan. Mereka harus ditunjukkan lokasi dan pintu-pintu yang bisa dijadikan patokan.
Saat hendak masuk masjid, jemaah disarankan tidak meletakkan alas kaki di tempat penitipan sandal yang berada di luar masjid. Sebaiknya, jemaah menaruh sendal atau sepatunya di tas kresek dan membawa serta ke dalam masjid. Dengan begitu, saat hendak keluar masjid jemaah lebih leluasa untuk keluar lewat pintu mana saja.
(zal/mad)
Baca Juga
- Laporan dari Arab Saudi
DPR Usul Uang Transpor Lokal Makkah Diserahkan ke Jamaah - Laporan dari Arab Saudi
Depag Minta Petugas Haji Tak Mudah Terpengaruh Isu Bohong - Laporan dari Arab Saudi
Jumlah Jamaah Calhaj Lokal dan Ekspatriat Menurun - Laporan dari Arab Saudi
Amirul Haj: Kami Tak Pernah Janji Muluk-muluk
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
243 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
