Eksekutor Sebut Ada Tim Lain di TKP Penembakan Nasrudin
Selasa, 17/11/2009 01:13 WIB
Jakarta
Heri Santoso, salah seorang terdakwa pembunuhan mengaku melihat ada tim lain di lokasi penembakan Direktur PRB Nasrudin Zulkarnaen. Heri melihat mereka menggunakan 3 mobil, 2 motor. Tim lain itu sudah ikut mengikuti setelah Nasrudin selesai bermain golf di Modern Land, Tangerang.
"Saya lihat ada tim lain yang berada di lokasi penembakan," ujar Heri saat diperiksa sebagai terdakwa di PN Tangerang, Jl TMP Taruna, Tangerang, Senin (16/11/2009).
Menurut Heri, mobil dan motor yang digunakan oleh tim lain yang berada di lokasi penembakan pernah dilihatnya pada saat mengikuti aktivitas Nasrudin. "Pernah lihat di kantor Nasrudin di Kuningan dan di rumahnya," ungkap Heri.
Diungkapkan oleh Heri mobil-mobil itu antara lain Timor warna biru, Terrano hitam, Panther merah, motor Scorpio dan Ninja berwarna biru. Namun Heri mengaku tidak hafal dengan nopol kendaraan tersebut.
"Saya tidak ingat," katanya.
Heri juga mengaku pernah melihat Hendrikus Kiawalen berbicara dengan salah seorang anggota tim yang menggunakan baju safari berwarna hitam. "Ada ngobrol sama Hendrik. Saya lihat menggunakan baju safari hitam dan biru," katanya.
Pada sidang sebelumnya terdakwa Hendrikus Kiawalen alias Hendrik, enggan menceritakan lebih lanjut mengenai siapa tim lain yang sempat bertemu dengannya pada saat mengikuti Nasrudin. Hendrik mengaku khawatir dengan keselamatan dirinya dan keluarga.
"Demi keselamatan keluarga, adik-adik saya. Saya tidak mau jelaskan secara lugas menyangkut di lapangan.Siapa yang jamin keselamatkan saya dan keluarga," katanya khawatir.
Hendrik hanya menjelaskan kalau pertemuannya dengan tim lain saat menjalankan tugas, sudah di tanyakan kepada Edo. "Saya sudah tanya, kata Edo itu tim resmi dari Polisi," tandasnya.
Pada persidangan Selasa (10/11/2009) di PN Selatan saksi mantan Kapolres Jaksel Kombes Chairul Anwar mengungkapkan. Setelah Ketua KPK saat itu Antasari Azhar melaporkan adanya teror. Kapolri Bambang Hendarso Danuri langsung memerintahkan Chairul untuk menyelidiki sipelaku teror.
Pada 5 Januari 2009 secara lisan Chairul langsung memberi arahan kepada Kompol Helmi Santika, Kompol Iwan Setiawan, AKP M. Joni dan AKP Finora untuk melakukan penyelidikan terhadap Nasrudin dan Rani yang diduga sebagai pelaku teror.
Selaku penanggung jawab tim Chairul memerintahkan agar penyelidikan dilakukan secara profesional tidak keluar koridor hukum. "Saya beri arahan. Intinya penyelidikan dilakukan secara profesional tidak keluar dari koridor hukum," ujar Chairul saat itu.
(did/mad)
"Saya lihat ada tim lain yang berada di lokasi penembakan," ujar Heri saat diperiksa sebagai terdakwa di PN Tangerang, Jl TMP Taruna, Tangerang, Senin (16/11/2009).
Menurut Heri, mobil dan motor yang digunakan oleh tim lain yang berada di lokasi penembakan pernah dilihatnya pada saat mengikuti aktivitas Nasrudin. "Pernah lihat di kantor Nasrudin di Kuningan dan di rumahnya," ungkap Heri.
Diungkapkan oleh Heri mobil-mobil itu antara lain Timor warna biru, Terrano hitam, Panther merah, motor Scorpio dan Ninja berwarna biru. Namun Heri mengaku tidak hafal dengan nopol kendaraan tersebut.
"Saya tidak ingat," katanya.
Heri juga mengaku pernah melihat Hendrikus Kiawalen berbicara dengan salah seorang anggota tim yang menggunakan baju safari berwarna hitam. "Ada ngobrol sama Hendrik. Saya lihat menggunakan baju safari hitam dan biru," katanya.
Pada sidang sebelumnya terdakwa Hendrikus Kiawalen alias Hendrik, enggan menceritakan lebih lanjut mengenai siapa tim lain yang sempat bertemu dengannya pada saat mengikuti Nasrudin. Hendrik mengaku khawatir dengan keselamatan dirinya dan keluarga.
"Demi keselamatan keluarga, adik-adik saya. Saya tidak mau jelaskan secara lugas menyangkut di lapangan.Siapa yang jamin keselamatkan saya dan keluarga," katanya khawatir.
Hendrik hanya menjelaskan kalau pertemuannya dengan tim lain saat menjalankan tugas, sudah di tanyakan kepada Edo. "Saya sudah tanya, kata Edo itu tim resmi dari Polisi," tandasnya.
Pada persidangan Selasa (10/11/2009) di PN Selatan saksi mantan Kapolres Jaksel Kombes Chairul Anwar mengungkapkan. Setelah Ketua KPK saat itu Antasari Azhar melaporkan adanya teror. Kapolri Bambang Hendarso Danuri langsung memerintahkan Chairul untuk menyelidiki sipelaku teror.
Pada 5 Januari 2009 secara lisan Chairul langsung memberi arahan kepada Kompol Helmi Santika, Kompol Iwan Setiawan, AKP M. Joni dan AKP Finora untuk melakukan penyelidikan terhadap Nasrudin dan Rani yang diduga sebagai pelaku teror.
Selaku penanggung jawab tim Chairul memerintahkan agar penyelidikan dilakukan secara profesional tidak keluar koridor hukum. "Saya beri arahan. Intinya penyelidikan dilakukan secara profesional tidak keluar dari koridor hukum," ujar Chairul saat itu.
(did/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
243 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
