Rekomendasi Tim 8 Kompromistis, Timbulkan Kemarahan Publik
Senin, 16/11/2009 18:38 WIB
Jakarta
Rekomendasi Tim 8 yang akan diserahkan kepada SBY harus bersikap tegas. Rekomendasi yang bersifat kompromistis hanya akan menciptakan kemarahan publik terhadap pemerintahan SBY-Boediono.
"Rekomendasi Tim 8 mandul bila tak memuat usulan abolisi SBY atas kasus Bibit-Chandra," ujar ketua Pedoman Indonesia, Fadjroel Rachman dalam pesan singkat kepada detikcom, Senin (16/11/2009).
Fadjroel menuturkan, ada dua alternatif yang bisa diusulkan Tim 8 untuk menyelesaikan kasus yang membelit Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah itu. Cara pertama menurutnya dengan mengusulkan Presiden SBY menggunakan hak abolisi untuk menghentikan kasusnya. Jika itu tidak bisa, "SP3 kasus Bibit-Chandra." katanya.
Menurut Fadjroel, jika rekomendasi yang diberikan hanya memuat masalah abstrak seperti perbaikan lembaga Polri, Kejaksaan Agung, dan KPK tidak akan bermanfaat karena sifatnya hanya kompromistis.
Rekomendasi kompromistis tersebut menurutnya tidak akan menjawab pertanyaan besar publik terhadap korupsi dan mafia hukum. Jika ini yang terjadi, kata Fadjroel, dikhawatirkan kemarahan publik akan mengarah pada konfrontasi publik dengan pemerintahan.
"Bila publik tak puas dengan pilihan SBY, atau SBY mengabaikan rekomendasi Tim 8, maka kemuakkan publik akan berubah menjadi kemarahan yang bersifat konfrontasi terhadap pemerintahan SBY-Boediono," tandas mantan aktivis ITB yang pernah dipenjara Orba ini.
(Rez/mok)
"Rekomendasi Tim 8 mandul bila tak memuat usulan abolisi SBY atas kasus Bibit-Chandra," ujar ketua Pedoman Indonesia, Fadjroel Rachman dalam pesan singkat kepada detikcom, Senin (16/11/2009).
Fadjroel menuturkan, ada dua alternatif yang bisa diusulkan Tim 8 untuk menyelesaikan kasus yang membelit Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah itu. Cara pertama menurutnya dengan mengusulkan Presiden SBY menggunakan hak abolisi untuk menghentikan kasusnya. Jika itu tidak bisa, "SP3 kasus Bibit-Chandra." katanya.
Menurut Fadjroel, jika rekomendasi yang diberikan hanya memuat masalah abstrak seperti perbaikan lembaga Polri, Kejaksaan Agung, dan KPK tidak akan bermanfaat karena sifatnya hanya kompromistis.
Rekomendasi kompromistis tersebut menurutnya tidak akan menjawab pertanyaan besar publik terhadap korupsi dan mafia hukum. Jika ini yang terjadi, kata Fadjroel, dikhawatirkan kemarahan publik akan mengarah pada konfrontasi publik dengan pemerintahan.
"Bila publik tak puas dengan pilihan SBY, atau SBY mengabaikan rekomendasi Tim 8, maka kemuakkan publik akan berubah menjadi kemarahan yang bersifat konfrontasi terhadap pemerintahan SBY-Boediono," tandas mantan aktivis ITB yang pernah dipenjara Orba ini.
(Rez/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Rabu, 23/05/2012 09:59 WIB
Inilah Sosok Pemangsa 19 Kambing yang Meresahkan Warga Banyumas
-
Selasa, 22/05/2012 16:09 WIB
Gara-gara Lady Gaga, Ruhut & 2 Aktivis Muslim Adu Mulut Sengit
-
Senin, 21/05/2012 10:45 WIB
Bantu Evakuasi Sukhoi, Mapala UI Dapat Segepok Duit Dibungkus Koran
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
243 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
