Sidang Pembunuhan Nasrudin
Nasrudin Disebut Berbahaya karena akan Gagalkan Pemilu
Senin, 16/11/2009 13:57 WIB
Jakarta
Hendrikus Kiawalen alias Hendrik mendapat tugas dari Eduardus Ndopo Mbete alias Edo untuk mengikuti seseorang. Diketahui orang tersebut adalah Direktur PRB Nasrudin Zulkarnaen. Nasrudin dianggap berbahaya karena berencana menggagalkan Pemilu Legislatif.
"Orang ini berbahaya bagi negara mau menggagalkan Pemilu Legislatif," ujar terdakwa Hendrikus Kiawalen saat memberi kesaksian dengan agenda pemeriksaan terdakwa di PN Tangerang, Jl TMP Taruna, Senin (16/11/2009.
Menurut Hendrik, sekitar bulan Februari 2009 dia sempat dihubungi oleh Edo yang meminta untuk bertemu. Pertemuan terjadi di Hailai, Ancol sekitar pukul 19.00 WIB. Pada pertemuan itu Edo mengatakan akan memberi tugas mengikuti seseorang.
"Edo telepon minta ketemu, dia bilang ada tugas negara," kata dia.
"Tugas apa yang diberikan oleh Edo?" tanya hakim.
"Hanya untuk mengikuti seseorang," jawab Hendrik.
"Apa yang diberikan Edo pada saat bertemu di Ancol?" tanya hakim.
"Diberi amplop coklat berukuran folio berisi foto seseorang, foto mobil, alamat rumah dan kantor," jawabnya.
Berdasarkan data yang didapat dari Edo, menurut Hendrik, dia beserta tiga rekannya Fransiskus Tadom Kerans alias Amsi, Heri Santoso dan Daniel Daen Sabon alias Daniel mulai mengikuti aktivitas Nasrudin sehari-hari.
"Oleh anak-anak diikuti aktivitasnya, mulai dari rumah, kantor sampai bermain golf," imbuhnya.
"Pada tanggal 14 Maret apa yang dilakukan oleh tim? tanya hakim.
"Hanya diikuti, tidak ada yang dilakukan," tandasnya.
(did/asy)
"Orang ini berbahaya bagi negara mau menggagalkan Pemilu Legislatif," ujar terdakwa Hendrikus Kiawalen saat memberi kesaksian dengan agenda pemeriksaan terdakwa di PN Tangerang, Jl TMP Taruna, Senin (16/11/2009.
Menurut Hendrik, sekitar bulan Februari 2009 dia sempat dihubungi oleh Edo yang meminta untuk bertemu. Pertemuan terjadi di Hailai, Ancol sekitar pukul 19.00 WIB. Pada pertemuan itu Edo mengatakan akan memberi tugas mengikuti seseorang.
"Edo telepon minta ketemu, dia bilang ada tugas negara," kata dia.
"Tugas apa yang diberikan oleh Edo?" tanya hakim.
"Hanya untuk mengikuti seseorang," jawab Hendrik.
"Apa yang diberikan Edo pada saat bertemu di Ancol?" tanya hakim.
"Diberi amplop coklat berukuran folio berisi foto seseorang, foto mobil, alamat rumah dan kantor," jawabnya.
Berdasarkan data yang didapat dari Edo, menurut Hendrik, dia beserta tiga rekannya Fransiskus Tadom Kerans alias Amsi, Heri Santoso dan Daniel Daen Sabon alias Daniel mulai mengikuti aktivitas Nasrudin sehari-hari.
"Oleh anak-anak diikuti aktivitasnya, mulai dari rumah, kantor sampai bermain golf," imbuhnya.
"Pada tanggal 14 Maret apa yang dilakukan oleh tim? tanya hakim.
"Hanya diikuti, tidak ada yang dilakukan," tandasnya.
(did/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 16:04 WIB
Ini Hasil Kunjungan Komisi II ke KPU DKI
-
Jumat, 25/05/2012 15:58 WIB
PD Persilakan KPK Usut Money Politics Kongres Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 15:51 WIB
Tinggalkan LP Cipinang, Bachtiar Chamsyah Dipeluk Mahfud MD
-
Jumat, 25/05/2012 15:47 WIB
Kawanan Curanmor Diciduk Saat Menjual Mobil Rampasan di Mal Puri Indah
-
Jumat, 25/05/2012 15:44 WIB
Tweet Pak Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
Jumat, 25/05/2012 15:29 WIB
Aksi Longmarch Tolak Lady Gaga, FPI Gelar Aksi di Kemenko Polhukam
-
Jumat, 25/05/2012 14:32 WIB
Ketua KPK Minta Namanya Tak Dimasukkan di Website Jokowi-Basuki
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Gara-gara Pompa Air Macet, 2 Pejabat RS di Pekanbaru Bertengkar
-
705 Komentar
-
273 Komentar
-
240 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,010.000
- Rp 572.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
