Pram Tolak Komentari Sikap FPD Soal Angket Century
Senin, 16/11/2009 11:36 WIB
Jakarta
Wakil Ketua DPR Pramono Anung menolak berkomentar soal sikap Fraksi Partai Demokrat (FPD) yang belum jelas dalam usul Hak Angket Bank Century. Padahal, semua fraksi sudah mendukung angket ini.
"Saya tidak mau mencampuri urusan fraksi lain. Tetapi yang perlu dicatat hak angket ini suara publik yang ingin kasus ini diungkapkan," ujar Pram kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/11/2009).
Pram menambahkan, sebagai inisiator angket, PDIP ingin ada pengungkapkan soal apa yang sebenarnya terjadi di Bank Century. Sebab menurutnya, kucuran bailout yang sangat besar yang diterima Bank Century justru menimbulkan masalah di masyarakat.
"Sebagai penerus kepentingan rakyat, kami PDIP tentu ingin mengungkap ini," tegas Pram.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua FPD Anas Urbaningrum mengatakan soal alasan fraksinya yang hingga kini belum bersikap soal hak angket Bank Century. Anas mengatakan FPD masih menunggu hasil audit BPK.
"Kami masih menunggu hasil audit investigasi BPK. Hasil audit tersebut nantinya akan memberikan informasi yang utuh tentang bagaimana duduk persoalan kasus yang diduga merugikan negara Rp 6,7 trilliun tersebut," kata Anas.
Anas menolak jika hak angket ini hanya dijadikan intrik politik saja. Ketua fraksi termuda ini menegaskan, yang diinginkan FPD adalah penegakan hukum terhadap kasus Bank Century, dan bukannya melakukan politisasi atas kasus ini. "Kami ingin penegakan hukum, bukan politisasi," tegasnya.
(Rez/yid)
"Saya tidak mau mencampuri urusan fraksi lain. Tetapi yang perlu dicatat hak angket ini suara publik yang ingin kasus ini diungkapkan," ujar Pram kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/11/2009).
Pram menambahkan, sebagai inisiator angket, PDIP ingin ada pengungkapkan soal apa yang sebenarnya terjadi di Bank Century. Sebab menurutnya, kucuran bailout yang sangat besar yang diterima Bank Century justru menimbulkan masalah di masyarakat.
"Sebagai penerus kepentingan rakyat, kami PDIP tentu ingin mengungkap ini," tegas Pram.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua FPD Anas Urbaningrum mengatakan soal alasan fraksinya yang hingga kini belum bersikap soal hak angket Bank Century. Anas mengatakan FPD masih menunggu hasil audit BPK.
"Kami masih menunggu hasil audit investigasi BPK. Hasil audit tersebut nantinya akan memberikan informasi yang utuh tentang bagaimana duduk persoalan kasus yang diduga merugikan negara Rp 6,7 trilliun tersebut," kata Anas.
Anas menolak jika hak angket ini hanya dijadikan intrik politik saja. Ketua fraksi termuda ini menegaskan, yang diinginkan FPD adalah penegakan hukum terhadap kasus Bank Century, dan bukannya melakukan politisasi atas kasus ini. "Kami ingin penegakan hukum, bukan politisasi," tegasnya.
(Rez/yid)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 15:51 WIB
Tinggalkan LP Cipinang, Bachtiar Chamsyah Dipeluk Mahfud MD
-
Jumat, 25/05/2012 15:47 WIB
Kawanan Curanmor Diciduk Saat Menjual Mobil Rampasan di Mal Puri Indah
-
Jumat, 25/05/2012 15:44 WIB
Tweet Pak Satpam IPB Sebelum Ditembak: Hati-hati Curanmor di Kampus
-
Jumat, 25/05/2012 15:42 WIB
Jenderal Polisi di BIN Sangkal Aniaya Anaknya
-
Jumat, 25/05/2012 15:41 WIB
3 Hal yang Bakal Disoroti PKS Saat Rapat Bahas Sukhoi
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
Jumat, 25/05/2012 14:32 WIB
Ketua KPK Minta Namanya Tak Dimasukkan di Website Jokowi-Basuki
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Gara-gara Pompa Air Macet, 2 Pejabat RS di Pekanbaru Bertengkar
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
705 Komentar
-
273 Komentar
-
240 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,010.000
- Rp 572.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
