KPI Bantah Larang Siaran Live Sidang
Minggu, 15/11/2009 11:30 WIB
ilustrasi
Jakarta
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) membantah melarang TV melakukan siaran live sidang. KPI tidak berhak melarang-larang TV melakukan siaran langsung.
"Kita tidak pernah melarang. Kita hanya akan mengatur, bagaimana mekanisme siaran langsung suatu acara, bukan melarang," kata anggota KPI Izzul Muslimin kepada detikcom, Minggu (15/11/2009).
Menurut Izul, pengaturan siaran live sidang itu masih merupakan usulan draf dan belum diputuskan KPI.KPI hanya akan mengatur jika wacana itu disepakati dalam rapimas KPI akhir November besok.
Menurut aktivis Muhammadiyah ini, wacana pengaturan soal siaran langsung televisi ini bermula dari banyaknya komplain atas siaran langsung sidang Antasari Azhar yang terkait dengan pembacaan tuntutan terkait 'kisah selingkuh' dengan Rhani Juliani.
"Dari kejadian itu banyak komplain ke KPI, terhadap tayangan itu. Kok porno gitu. Dari komplain, itu KPI menindaklanjuti," paparnya.
Izzul meminta publik tidak buru-buru menghakimi KPI. Keputusan soal wacana ini berlaku atau tidak, baru akan dibahas dalam Rapimnas.
"Ini belum jadi keputusan, baru akan diputuskan nanti dalam Rapimnas. Kalau saya tanya ke KPI daerah, sepertinya tidak bulat pendapatnya. Ada yang tidak sependapat juga soal ini," paparnya.
KPI akan melakukan pertemuan dengan Dewan Pers, Selasa (17/11/2009) pekan depan. Dewan Pers sebelumnya menyatakan tidak setuju dengan pelarangan siaran live sidang.
(yid/iy)
"Kita tidak pernah melarang. Kita hanya akan mengatur, bagaimana mekanisme siaran langsung suatu acara, bukan melarang," kata anggota KPI Izzul Muslimin kepada detikcom, Minggu (15/11/2009).
Menurut Izul, pengaturan siaran live sidang itu masih merupakan usulan draf dan belum diputuskan KPI.KPI hanya akan mengatur jika wacana itu disepakati dalam rapimas KPI akhir November besok.
Menurut aktivis Muhammadiyah ini, wacana pengaturan soal siaran langsung televisi ini bermula dari banyaknya komplain atas siaran langsung sidang Antasari Azhar yang terkait dengan pembacaan tuntutan terkait 'kisah selingkuh' dengan Rhani Juliani.
"Dari kejadian itu banyak komplain ke KPI, terhadap tayangan itu. Kok porno gitu. Dari komplain, itu KPI menindaklanjuti," paparnya.
Izzul meminta publik tidak buru-buru menghakimi KPI. Keputusan soal wacana ini berlaku atau tidak, baru akan dibahas dalam Rapimnas.
"Ini belum jadi keputusan, baru akan diputuskan nanti dalam Rapimnas. Kalau saya tanya ke KPI daerah, sepertinya tidak bulat pendapatnya. Ada yang tidak sependapat juga soal ini," paparnya.
KPI akan melakukan pertemuan dengan Dewan Pers, Selasa (17/11/2009) pekan depan. Dewan Pers sebelumnya menyatakan tidak setuju dengan pelarangan siaran live sidang.
(yid/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 15:41 WIB
3 Hal yang Bakal Disoroti PKS Saat Rapat Bahas Sukhoi
-
Jumat, 25/05/2012 15:34 WIB
Hendak Pugar & Hidupkan Kota Tua, Foke Minta BUMN Berikan Izin Kelola
-
Jumat, 25/05/2012 15:31 WIB
LSI: Partai Tengah Tak Punya Capres Kuat
-
Jumat, 25/05/2012 15:29 WIB
Aksi Longmarch Tolak Lady Gaga, FPI Gelar Aksi di Kemenko Polhukam
-
Jumat, 25/05/2012 15:26 WIB
Angin Kencang Rusak Rumah dan Kantor Pemerintahan Langkat Sumut
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
Jumat, 25/05/2012 14:32 WIB
Ketua KPK Minta Namanya Tak Dimasukkan di Website Jokowi-Basuki
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Gara-gara Pompa Air Macet, 2 Pejabat RS di Pekanbaru Bertengkar
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
704 Komentar
-
273 Komentar
-
240 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 572.000
- Rp 2,801.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
