Kenaikan Air Laut Ancam Tenggelamkan 250 Ribu Rumah di Australia
Sabtu, 14/11/2009 18:35 WIB
Ilustrasi (cnn.com)
Sydney
Hampir 250 ribu rumah di sepanjang pesisir Australia terancam tenggelam pada tahun 2100 akibat kenaikan air laut. Jika tidak ada tindakan nyata mengatasinya, ratusan ribu rumah itu akan musnah.
Hal itu disimpulkan dari laporan pemerintah berjudul 'Risiko Perubahan Iklim terhadap Wilayah Pesisir Austarlia' yang dipresentasikan oleh Menteri perubahan Iklim Australia Penny Wong. Laporan itu menyebutkan, antara 157.000-247.000 bangunan yang ada di pesisir Australia terancam tenggelam jika tidak ada tindakan nyata untuk mengatasinya.
"Sains memberi tahu kita iklim tengah berubah lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Dan dampaknya sangat mungkin lebih parah mengingat air laut naik dan badai dan banjir parah menjadi lebih sering," kata Wong seperti dilansir Reuters, Sabtu (14/11/2009).
Wong mengatakan, untuk menghindari terjadinya hal tersebut, langkah penting untuk diambil adalah mengurangi polusi karbon. Dia juga menyerukan perlunya dibentuk sebuah dewan yang bertugas memeriksa efek kenaikan air laut terhadap wilayah pesisir.
"Ini menunjukkan Australia harus membuat perencanaan untuk beradaptasi dengan perubahan iklim yang tidak bisa dihindari," tegas Wong.
Australia merupakan pengekspor batu bara terbesar dunia. Negara yang berdekatan dengan Indonesia ini memproduksi sekitar 1,5 persen emisi global dan merupakan salah satu negara penyumbang emisi gas rumah kaca per kapita terbesar dunia.
(sho/ken)
Hal itu disimpulkan dari laporan pemerintah berjudul 'Risiko Perubahan Iklim terhadap Wilayah Pesisir Austarlia' yang dipresentasikan oleh Menteri perubahan Iklim Australia Penny Wong. Laporan itu menyebutkan, antara 157.000-247.000 bangunan yang ada di pesisir Australia terancam tenggelam jika tidak ada tindakan nyata untuk mengatasinya.
"Sains memberi tahu kita iklim tengah berubah lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Dan dampaknya sangat mungkin lebih parah mengingat air laut naik dan badai dan banjir parah menjadi lebih sering," kata Wong seperti dilansir Reuters, Sabtu (14/11/2009).
Wong mengatakan, untuk menghindari terjadinya hal tersebut, langkah penting untuk diambil adalah mengurangi polusi karbon. Dia juga menyerukan perlunya dibentuk sebuah dewan yang bertugas memeriksa efek kenaikan air laut terhadap wilayah pesisir.
"Ini menunjukkan Australia harus membuat perencanaan untuk beradaptasi dengan perubahan iklim yang tidak bisa dihindari," tegas Wong.
Australia merupakan pengekspor batu bara terbesar dunia. Negara yang berdekatan dengan Indonesia ini memproduksi sekitar 1,5 persen emisi global dan merupakan salah satu negara penyumbang emisi gas rumah kaca per kapita terbesar dunia.
(sho/ken)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
242 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
