Tangani Masalah TKI, RI-Malaysia Sepakat Bentuk Satgas
Sabtu, 14/11/2009 18:05 WIB
Jakarta
Pemerintah Indonesia akan menyusun rencana aksi penanganan tenaga kerja Indonesia bermasalah di Malaysia. Untuk itu, kedua negara menyepakati pembentukan satuan tugas (joint task force) bersama penyelesaian kasus TKI bermasalah.
Dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (14/11/2009), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi A Muhaimin Iskandar mengungkapkan hal itu seusai meninjau penampungan TKI bermasalah di KBRI di Kuala Lumpur, Jumat (13/11).
Turut hadir dalam acara itu antara lain Dubes RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar, Plt Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Depnakertrans I Gusti Made Arka, Sekretaris Ditjen Bina Penta Depnakertrans Abdul Malik Harahap, Wakil Dubes Tatang B Razak, dan Atase Ketenagakerjaan KBRI Teguh Cahyono.
Bagi Pemerintah Malaysia, siapa pun yang bersalah harus mendapat hukuman yang setimpal. Rencana aksi ini merespons sikap positif Malaysia yang ingin segera menindaklanjuti dan menyelesaikan masalah TKI. Muhaimin memerintahkan untuk segera menyusun tim khusus bersama yang nantinya juga dapat berperan melindungi TKI.
”Kita bisa dan harus menyelesaikan semua sisa-sisa persoalan secepatnya. Sambil berjalan (di Malaysia), kami juga akan merasionalkan semua hal berkait prapenempatan sehingga hanya mereka yang benar-benar siap bekerja yang akan diberangkatkan,” kata Muhaimin.
Muhaimin meminta pemda, kepolisian, keimigrasian, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI, dan Depnakertrans menutup celah pemicu TKI ilegal secepatnya. Pemerintah ingin sedikitnya 51 pintu embarkasi TKI ilegal bisa dikendalikan sebelum moratorium dicabut.
Keputusan mencabut moratorium sendiri sangat bergantung pada pembahasan nota kesepahaman (MoU) kelompok kerja gabungan Indonesia-Malaysia di Kuala Lumpur pada 20-21 November ini.
Indonesia menghentikan penempatan TKI untuk penata laksana rumah tangga sejak 25 Juni 2009. Akibatnya, jumlah TKI turun drastis dari 400.000 menjadi 230.000 orang. Sedikitnya 2,2 juta TKI bekerja di Malaysia dan sebagian di antaranya tanpa dokumen resmi.
"Itu data yang bisa kita catat, belum lagi yang tidak terpantau. Hanya Allah yang tahu," kata Wakil Dubes RI Tatang B Razak.
Tatang mengatakan, KBRI akan menindaklanjuti pertemuan bilateral Presiden SBY dan PM Najib serta Menakertrans dan dua menteri Malaysia dengan surat resmi kepada instansi terkait di Malaysia.
”Ini juga akan membuktikan sejauh mana komitmen Malaysia dalam melindungi TKI,” kata Tatang.
Muhaimin juga mengatakan akan merevitalisasi Badan Latihan Kerja di tingkat Kabupaten bekerja sama langsung dengan desa-desa. "Agar TKI yang berangkat nanti harus punya skill yang memadai," kata Muhaimin.
Selain itu, Depnakertrans juga akan mengupayakan lapangan kerja dengan melibatkan departemen terkait. "Biar nggak semua ingin jadi TKI. Kita ada program pelatihan ketenagakerjaan. Selain itu, pemerintah kan punya program PNPM. Kita akan sinergikan kebijakan ini," katanya.
Sehari sebelumnya, Muhaimin bertemu Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishamuddin, Menteri Sumber Manusia Subramaniam. Dalam kesempatan itu, Hishamuddin mengulang komitmen PM Malaysia Najib Abdul Razak dan menegaskan akan mengoptimalkan kewenangan Kementerian Dalam Negeri menyelesaikan masalah TKI.
(van/sho)
Dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (14/11/2009), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi A Muhaimin Iskandar mengungkapkan hal itu seusai meninjau penampungan TKI bermasalah di KBRI di Kuala Lumpur, Jumat (13/11).
Turut hadir dalam acara itu antara lain Dubes RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar, Plt Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Depnakertrans I Gusti Made Arka, Sekretaris Ditjen Bina Penta Depnakertrans Abdul Malik Harahap, Wakil Dubes Tatang B Razak, dan Atase Ketenagakerjaan KBRI Teguh Cahyono.
Bagi Pemerintah Malaysia, siapa pun yang bersalah harus mendapat hukuman yang setimpal. Rencana aksi ini merespons sikap positif Malaysia yang ingin segera menindaklanjuti dan menyelesaikan masalah TKI. Muhaimin memerintahkan untuk segera menyusun tim khusus bersama yang nantinya juga dapat berperan melindungi TKI.
”Kita bisa dan harus menyelesaikan semua sisa-sisa persoalan secepatnya. Sambil berjalan (di Malaysia), kami juga akan merasionalkan semua hal berkait prapenempatan sehingga hanya mereka yang benar-benar siap bekerja yang akan diberangkatkan,” kata Muhaimin.
Muhaimin meminta pemda, kepolisian, keimigrasian, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI, dan Depnakertrans menutup celah pemicu TKI ilegal secepatnya. Pemerintah ingin sedikitnya 51 pintu embarkasi TKI ilegal bisa dikendalikan sebelum moratorium dicabut.
Keputusan mencabut moratorium sendiri sangat bergantung pada pembahasan nota kesepahaman (MoU) kelompok kerja gabungan Indonesia-Malaysia di Kuala Lumpur pada 20-21 November ini.
Indonesia menghentikan penempatan TKI untuk penata laksana rumah tangga sejak 25 Juni 2009. Akibatnya, jumlah TKI turun drastis dari 400.000 menjadi 230.000 orang. Sedikitnya 2,2 juta TKI bekerja di Malaysia dan sebagian di antaranya tanpa dokumen resmi.
"Itu data yang bisa kita catat, belum lagi yang tidak terpantau. Hanya Allah yang tahu," kata Wakil Dubes RI Tatang B Razak.
Tatang mengatakan, KBRI akan menindaklanjuti pertemuan bilateral Presiden SBY dan PM Najib serta Menakertrans dan dua menteri Malaysia dengan surat resmi kepada instansi terkait di Malaysia.
”Ini juga akan membuktikan sejauh mana komitmen Malaysia dalam melindungi TKI,” kata Tatang.
Muhaimin juga mengatakan akan merevitalisasi Badan Latihan Kerja di tingkat Kabupaten bekerja sama langsung dengan desa-desa. "Agar TKI yang berangkat nanti harus punya skill yang memadai," kata Muhaimin.
Selain itu, Depnakertrans juga akan mengupayakan lapangan kerja dengan melibatkan departemen terkait. "Biar nggak semua ingin jadi TKI. Kita ada program pelatihan ketenagakerjaan. Selain itu, pemerintah kan punya program PNPM. Kita akan sinergikan kebijakan ini," katanya.
Sehari sebelumnya, Muhaimin bertemu Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishamuddin, Menteri Sumber Manusia Subramaniam. Dalam kesempatan itu, Hishamuddin mengulang komitmen PM Malaysia Najib Abdul Razak dan menegaskan akan mengoptimalkan kewenangan Kementerian Dalam Negeri menyelesaikan masalah TKI.
(van/sho)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 15:41 WIB
3 Hal yang Bakal Disoroti PKS Saat Rapat Bahas Sukhoi
-
Jumat, 25/05/2012 15:31 WIB
LSI: Partai Tengah Tak Punya Capres Kuat
-
Jumat, 25/05/2012 15:29 WIB
Aksi Longmarch Tolak Lady Gaga, FPI Gelar Aksi di Kemenko Polhukam
-
Jumat, 25/05/2012 15:26 WIB
Angin Kencang Rusak Rumah dan Kantor Pemerintahan Langkat Sumut
-
Jumat, 25/05/2012 15:23 WIB
Kantor PU Pekanbaru Terbakar, Satu Lantai Hangus
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
Jumat, 25/05/2012 14:32 WIB
Ketua KPK Minta Namanya Tak Dimasukkan di Website Jokowi-Basuki
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Gara-gara Pompa Air Macet, 2 Pejabat RS di Pekanbaru Bertengkar
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
704 Komentar
-
273 Komentar
-
240 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 572.000
- Rp 2,801.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
