Greenpeace Tuding Polres Pelalawan Tidak Profesional
Sabtu, 14/11/2009 01:14 WIB
Jakarta
Polres Pelalawan, Riau dituding tidak profesional dalam melakukan aksi penangkapan para aktivis Greenpeace. Seharusnya yang ditangkap itu PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) karena sudah merusak hutan.
"Polisi ini aneh sekali. Kita yang minta menyelamatkan hutan malah kita yang ditangkap. Alasannya RAPP merasa terganggu atas aksi demo kami," kata juru bicara Greenpeace, Zulfahmi dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (13/11/2009).
Zulfami mengakui, memang mereka melakukan aksi penyegelan alat berat perusahaan bubur kertas terbesar di Asia Tenggara itu. Tapi hal itu dilakukan karena perusahaan milik Sukanto Tanoto itu menghancurkan kawasan hutan gambut Semenanjung Kampar.
"Sesuai aturan yang ada, lahan gambut dengan kedalaman lebih tiga meter tidak boleh dialihfungsikan. Tapi anehnya Menhut MS Kaban memberikan izin pengerusakan hutan dengan luas 56 ribu hektar. Inikan aneh, pemerintah yang melarang, tapi pemerintah juga yang memberikan izin. Izin itu jelas kontroversial," terang Zul.
Kalau merujuk dengan aturan hukum yang ada, kata Zul, mestinya polisi menangkap alat berat milik perusahaan yang nyata-nyata didepan polisi membabat hutan.
"Sudah 1000 hektar kawasan gambut itu dihancurkan RAPP untuk dijadikan kawasan Hutan Tanaman Industri. Kenapa polisi tidak menangkap mereka. Padahal sudah jelas merusak hutan, tapi kok malah kami yang ditangkap. Polisi tidak profesional, polisi hanya menuruti perintah PT RAPP saja," kata Zul.
Greenpeace menyebut izin kontroversial itu di keluarkan Menhut MS Kaban pada Juli 2009. Diujung masa jabatan itu, MS Kaban mengeluarkan keputusan yang sangat kontroversial.
"Izin yang diberikan ini jelas penuh tanda tanya besar. Izin itu menyalahi aturan yang sudah ada. Malah Presiden SBY sendiri sudah kampanye kemana-mana akan menyelamatkan hutan Indonesia. Nyatanya, sekarang hutan itu dibabat RAPP, tapi pemerintah Indonesia tidak ambil peduli," kata Zul.
(cha/mpr)
"Polisi ini aneh sekali. Kita yang minta menyelamatkan hutan malah kita yang ditangkap. Alasannya RAPP merasa terganggu atas aksi demo kami," kata juru bicara Greenpeace, Zulfahmi dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (13/11/2009).
Zulfami mengakui, memang mereka melakukan aksi penyegelan alat berat perusahaan bubur kertas terbesar di Asia Tenggara itu. Tapi hal itu dilakukan karena perusahaan milik Sukanto Tanoto itu menghancurkan kawasan hutan gambut Semenanjung Kampar.
"Sesuai aturan yang ada, lahan gambut dengan kedalaman lebih tiga meter tidak boleh dialihfungsikan. Tapi anehnya Menhut MS Kaban memberikan izin pengerusakan hutan dengan luas 56 ribu hektar. Inikan aneh, pemerintah yang melarang, tapi pemerintah juga yang memberikan izin. Izin itu jelas kontroversial," terang Zul.
Kalau merujuk dengan aturan hukum yang ada, kata Zul, mestinya polisi menangkap alat berat milik perusahaan yang nyata-nyata didepan polisi membabat hutan.
"Sudah 1000 hektar kawasan gambut itu dihancurkan RAPP untuk dijadikan kawasan Hutan Tanaman Industri. Kenapa polisi tidak menangkap mereka. Padahal sudah jelas merusak hutan, tapi kok malah kami yang ditangkap. Polisi tidak profesional, polisi hanya menuruti perintah PT RAPP saja," kata Zul.
Greenpeace menyebut izin kontroversial itu di keluarkan Menhut MS Kaban pada Juli 2009. Diujung masa jabatan itu, MS Kaban mengeluarkan keputusan yang sangat kontroversial.
"Izin yang diberikan ini jelas penuh tanda tanya besar. Izin itu menyalahi aturan yang sudah ada. Malah Presiden SBY sendiri sudah kampanye kemana-mana akan menyelamatkan hutan Indonesia. Nyatanya, sekarang hutan itu dibabat RAPP, tapi pemerintah Indonesia tidak ambil peduli," kata Zul.
(cha/mpr)
Baca Juga
- Aktivis Greenpeace Ditangkap
Ditangkap Polisi, Aktivis Greenpeace Akan Tetap Bertahan di Riau - Aktivis Greenpeace Ditangkap
Belum Ada Aktivis Greenpeace yang Dijadikan Tersangka - Aktivis Greenpeace Ditangkap
Greenpeace: Kampanye di Riau Dapat Izin Mabes Polri - 33 Aktivis Greenpeace Ditangkap di Riau, 11 di Antaranya WNA
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 15:31 WIB
LSI: Partai Tengah Tak Punya Capres Kuat
-
Jumat, 25/05/2012 15:29 WIB
Aksi Longmarch Tolak Lady Gaga, FPI Gelar Aksi di Kemenko Polhukam
-
Jumat, 25/05/2012 15:26 WIB
Angin Kencang Rusak Rumah dan Kantor Pemerintahan Langkat Sumut
-
Jumat, 25/05/2012 15:23 WIB
Kantor PU Pekanbaru Terbakar, Satu Lantai Hangus
-
Jumat, 25/05/2012 15:23 WIB
Rakornas POK PAN Akan Kukuhkan Pencapresan Hatta Rajasa
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
Jumat, 25/05/2012 14:32 WIB
Ketua KPK Minta Namanya Tak Dimasukkan di Website Jokowi-Basuki
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Gara-gara Pompa Air Macet, 2 Pejabat RS di Pekanbaru Bertengkar
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
704 Komentar
-
273 Komentar
-
240 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,801.000
- Rp 894.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
