Skandal Bank Century
Presiden Harus Klarifikasi Boediono & Sri Mulyani
Jumat, 13/11/2009 18:15 WIB
(Foto: dok Rumgapres)
Jakarta
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus memanggil Boediono dan Sri Mulyani untuk mengklarifikasi perihal penggelontoran dana talangan ke Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Sebab, kebijakan yang diambil Gubernur BI dan Menteri Keuangan dalam rapat 20-21 November 2008 itu diduga melanggar hukum.
"Ibu Sri Mulyani harus dipanggil, beliau harus bicara. Boediono juga harus dipanggil terlepas dia Wapres, dia harus buka mulut," kata pengamat politik Boni Hargens.
Hal itu disampaikan Boni dalam diskusi bertajuk 'Jangan Lupakan Century, Setelah KPK-Polri' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/11/2009).
"Sepanjang tokoh-tokoh kunci ini tidak buka mulut kita akan berputar di tempat," ujar dia.
Seperti diberitakan, penggelontoran uang sebesar Rp 6,7 triliun itu dilakukan atas kebijakan yang diputuskan dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Rapat yang berakhir 21 November dini hari itu dihadiri oleh Menkeu Sri Mulyani yang juga Ketua KSSK dan Gubernur BI Boediono.
Secara terpisah, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Bukhori Yusuf menilai banyak kejanggalan dalam penyuntikan dana ke Bank Century. Hal itu juga yang membuat ia menandatangani usulan hak angket bersama 7 anggota F-PKS lainnya.
"Hal ini semata untuk membuka kabut penggelontoran duit sebesar Rp 6,7 triliun ke bank yang pemiliknya terbukti kriminal itu kepada publik," kata Bukhori dalam pernyataan tertulisnya kepada wartawan.
(lrn/nwk)
"Ibu Sri Mulyani harus dipanggil, beliau harus bicara. Boediono juga harus dipanggil terlepas dia Wapres, dia harus buka mulut," kata pengamat politik Boni Hargens.
Hal itu disampaikan Boni dalam diskusi bertajuk 'Jangan Lupakan Century, Setelah KPK-Polri' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/11/2009).
"Sepanjang tokoh-tokoh kunci ini tidak buka mulut kita akan berputar di tempat," ujar dia.
Seperti diberitakan, penggelontoran uang sebesar Rp 6,7 triliun itu dilakukan atas kebijakan yang diputuskan dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Rapat yang berakhir 21 November dini hari itu dihadiri oleh Menkeu Sri Mulyani yang juga Ketua KSSK dan Gubernur BI Boediono.
Secara terpisah, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Bukhori Yusuf menilai banyak kejanggalan dalam penyuntikan dana ke Bank Century. Hal itu juga yang membuat ia menandatangani usulan hak angket bersama 7 anggota F-PKS lainnya.
"Hal ini semata untuk membuka kabut penggelontoran duit sebesar Rp 6,7 triliun ke bank yang pemiliknya terbukti kriminal itu kepada publik," kata Bukhori dalam pernyataan tertulisnya kepada wartawan.
(lrn/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:07 WIB
MKGR Deklarasikan Pencapresan Ical
-
Minggu, 27/05/2012 10:56 WIB
Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Iqbal Meninggal di Ayunan
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:14 WIB
Bali Money Lebih Dikenal Warga Australia Daripada Rupiah
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
Minggu, 27/05/2012 10:48 WIB
Ibu Ani Pernah Bilang 10 Tahun SBY Mengabdi Sudah Cukup bagi Keluarga
-
Minggu, 27/05/2012 10:21 WIB
Rencana Konser Lady Gaga Dinilai Dipolitisasi
-
286 Komentar
-
243 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
