Demokrat Tak Ingin Hak Angket Bank Century Dipolitisir
Jumat, 13/11/2009 00:30 WIB
Jakarta
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) menjadi motor dalam mengusung hak angket terhadap kasus skandal Bank Century. Fraksi Partai Demokrat (FPD) berharap hak angket tidaklah dipolitisasi namun penyelesaianya harus melalui jalur hukum.
"FPD konsisten dengan penegakan hukum melalui jalur hukum bukan melalui jalur nonhukum. Kami tidak setuju dengan politisasi," ujar Ketua FPD Anas Urbaningrum, kepada detikcom via pesan singkat, Kamis (12/11/2009) malam.
Menurut Anas, usulan hak angket yang disampaikan oleh anggota dewan adalah hal yang wajar. Namun demikian Anas mempertanyakan dasar dimunculkannya hak angket, karena hasil audit BPK belum keluar.
"FPD berpendirian bahwa siapa pun yang bersalah berdasarkan hasil audit harus mendapatkan hukuman yang adil tanpa kecuali. Kami ingin keadilan ditegakkan tapi tidak dengan jalan politisasi," terang pria berkacamata ini.
Sementara itu menyikapi sejumlah partai koalisi yang menyetujui usulan hak angket Anas mengaku bahwa komunikasi yang sudah dijalin selama ini ada kesepakatan di antara partai koalisi untuk menunggu hasil audit BPK. Meski demikian, kata Anas, apabila ada partai yang menyetujui usulan hak angket sepenuhnya diserahkan kepada internal partai masing-masing.
"Kalau ada anggota partai yang ikut usul, itu urusan internal masing-masing fraksi. Kalau FPD para anggotanya sejalan dengan kebijakan fraksi. Kami yakin etika dan tata krama berkoalisi tetap dianggap penting," tandas Anas.
(ddt/anw)
"FPD konsisten dengan penegakan hukum melalui jalur hukum bukan melalui jalur nonhukum. Kami tidak setuju dengan politisasi," ujar Ketua FPD Anas Urbaningrum, kepada detikcom via pesan singkat, Kamis (12/11/2009) malam.
Menurut Anas, usulan hak angket yang disampaikan oleh anggota dewan adalah hal yang wajar. Namun demikian Anas mempertanyakan dasar dimunculkannya hak angket, karena hasil audit BPK belum keluar.
"FPD berpendirian bahwa siapa pun yang bersalah berdasarkan hasil audit harus mendapatkan hukuman yang adil tanpa kecuali. Kami ingin keadilan ditegakkan tapi tidak dengan jalan politisasi," terang pria berkacamata ini.
Sementara itu menyikapi sejumlah partai koalisi yang menyetujui usulan hak angket Anas mengaku bahwa komunikasi yang sudah dijalin selama ini ada kesepakatan di antara partai koalisi untuk menunggu hasil audit BPK. Meski demikian, kata Anas, apabila ada partai yang menyetujui usulan hak angket sepenuhnya diserahkan kepada internal partai masing-masing.
"Kalau ada anggota partai yang ikut usul, itu urusan internal masing-masing fraksi. Kalau FPD para anggotanya sejalan dengan kebijakan fraksi. Kami yakin etika dan tata krama berkoalisi tetap dianggap penting," tandas Anas.
(ddt/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 15:23 WIB
Rakornas POK PAN Akan Kukuhkan Pencapresan Hatta Rajasa
-
Jumat, 25/05/2012 15:17 WIB
Polisi Tetapkan 1 Orang Tersangka Kasus Penghadangan Anas di Ternate
-
Jumat, 25/05/2012 15:14 WIB
Foke Sambut Baik Niat Inter Bikin Sekolah Bola di Jakarta
-
Jumat, 25/05/2012 15:10 WIB
Basarnas Beli 2 Hovercraft Seharga Rp 5 Miliar/Unit
-
Jumat, 25/05/2012 15:09 WIB
Mantan Ketua DPC Demokrat Diana Maringka Diperiksa KPK Soal Duit Kongres
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
Jumat, 25/05/2012 14:32 WIB
Ketua KPK Minta Namanya Tak Dimasukkan di Website Jokowi-Basuki
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Jumat, 25/05/2012 13:35 WIB
Maling Motor Tembak Satpam di Masjid Kampus IPB
-
704 Komentar
-
271 Komentar
-
240 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 572.000
- Rp 2,801.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
