PBNU Siapkan Workshop Kurikulum Pendidikan Antiterorisme
Jumat, 13/11/2009 00:02 WIB
Jakarta
Terorisme telah mewabah hingga lintas negara. Jaringannya yang mengakar perlu dibatasi dan dimusnahkan secara kolektif. Jalur pendidikan merupakan salah satu alat menangkal teroris dengan kurikulum yang multikultural.
"Agenda utamanya adalah bagaimana menangkal terorisme. Kalau teror, dihadapi dengan keamanan intelijen, represi, punishment. Isme-nya, dunia yang kelabakan. Di sini akan dibahas pendidikan yang dapat menangkal isme yang menumbuhkan teror," kata Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi di kantornya, Jl Kramat Raya, Kamis (12/11/2009).
Rencananya, workshop kurikulum pendidikan berbasis antiterorisme itu akan digelar di Hotel Sultan pekan depan. Sejumlah negara menyatakan siap hadir antara lain Thailand, Malaysia, Singapura, Kamboja dan utusan PBB.
"Negara-negara tersebut merupakan negara dengan pola teroris yang sama. Dengan kesamaan itu diharapkan ada komunikasi yang baik," imbuhnya.
Menurutnya, dengan workshop itu dapat menghasilkan kurikulum pendidikan yang solutif bagi pengajaran agama tanpa menimbulkan fundamentalisme dan teror. Sebab, menurut Hasyim, selama ini terjadi salah kaprah memahami agama sehingga dapat diputar-balikan menjadi sumber terorisme.
"Terorisme tidak selalu berkaitan dengan agama. Banyak faktor seperti kemiskinan, penjajahan, etnik.Pertanyaanya, bagaimana meramu pendidikan agama yang tidak menimbulkan terorisme, itu yang akan dibahas," pungkasnya.
(Ari/anw)
"Agenda utamanya adalah bagaimana menangkal terorisme. Kalau teror, dihadapi dengan keamanan intelijen, represi, punishment. Isme-nya, dunia yang kelabakan. Di sini akan dibahas pendidikan yang dapat menangkal isme yang menumbuhkan teror," kata Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi di kantornya, Jl Kramat Raya, Kamis (12/11/2009).
Rencananya, workshop kurikulum pendidikan berbasis antiterorisme itu akan digelar di Hotel Sultan pekan depan. Sejumlah negara menyatakan siap hadir antara lain Thailand, Malaysia, Singapura, Kamboja dan utusan PBB.
"Negara-negara tersebut merupakan negara dengan pola teroris yang sama. Dengan kesamaan itu diharapkan ada komunikasi yang baik," imbuhnya.
Menurutnya, dengan workshop itu dapat menghasilkan kurikulum pendidikan yang solutif bagi pengajaran agama tanpa menimbulkan fundamentalisme dan teror. Sebab, menurut Hasyim, selama ini terjadi salah kaprah memahami agama sehingga dapat diputar-balikan menjadi sumber terorisme.
"Terorisme tidak selalu berkaitan dengan agama. Banyak faktor seperti kemiskinan, penjajahan, etnik.Pertanyaanya, bagaimana meramu pendidikan agama yang tidak menimbulkan terorisme, itu yang akan dibahas," pungkasnya.
(Ari/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
