Detik.com News
Detik.com

Kamis, 12/11/2009 22:37 WIB

Cuaca Buruk, Pesawat Lion Air Tujuan Bengkulu Balik ke Jakarta

Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Bengkulu terpaksa balik lagi ke Jakarta setelah melakukan penerbangan selama lebih dari satu jam. Hujan deras disertai dengan petir menjadi penyebabnya.

"Kita sebenarnya sudah sampai di Bengkulu dan tinggal mendarat, tapi nggak bisa turun lantaran cuaca buruk," kata salah seorang penumpang pesawat tersebut yang enggan disebutkan namanya kepada detikcom, Kamis (12/11/2009) malam.

Dia mengatakan, pesawat Lion Air yang dia tumpangi berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 16.40 WIB. Lantaran cuaca buruk, akhirnya sekitar 2,5 jam pesawat bolak balik Jakarta-Bengkulu.

Saat ini, lanjut dia, para penumpang yang jumlahnya lebih dari 100 orang tersebut masih berada di ruang tunggu Bandara Soekarno-Hatta.

"Kalau malam ini tetap nggak diberangkatkan, kita minta diinapkan sesuai dengan standar yang ada," imbuh wanita bergelar sarjana hukum tersebut.

Para penumpang, lanjut dia juga sempat ketakutan lantaran cuaca memang sedang tidak bersahabat. Bahkan, menurutnya, badan pesawat sempat oleng. "Kita sempat ketakutan juga," pungkasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(anw/ddt)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
96%
Kontra
4%