33 Aktivis Greenpeace Ditangkap di Riau, 11 di Antaranya WNA
Kamis, 12/11/2009 20:54 WIB
ilustrasi
Jakarta
Polisi menangkap 33 aktivis lingkungan internasional Greenpeace. Dari jumlah itu, 11 di antaranya adalah warga negara asing. Mereka kini ditahan di Mapolres Pelalawan, Riau.
"Khusus WNA penangkapan di lakukan anggota Mabes Polri. Sedangkan yang WNI ditangkap Polres Pelalawan,” kata juru bicara Greenpeace, Zulfahmi di Riau, Kamis (12/11/2009).
Kesebelas WNA tersebut berasal dari, Spanyol, Philipina, Thailand, Brazil dan Jerman. Mereka ikut melakukan kegiatan kampanye lingkungan di lokasi konsesi hutan PT RAPP di Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau.
"Kami berdemo di sini karena kami ingin menyelamatkan hutan Indonesia. Para aktivis berdemo dengan mengikatkan diri ke alat berat milik PT RAPP. Namun perusahaan meminta polisi membubarkan paksa kegiatan kami," terang Zulpahmi.
Menurut Zulpahmi, mereka sudah beberapa hari berada di lokasi konsesi hutan di Semenanjung Kampar dengan mendirikan basecamp. Dalam aksinya tadi siang, puluhan aktivis mengikatkan diri dengan rantai ke tujuh alat berat milik perusahaan bubur kertas Sukanto Tanoto, Bos RGM Group.
Aksi ini membuat gerah perusahaan bubur kertas terbesar di Asia Tenggara itu. Mereka kemudian meminta bantuan polisi untuk membubarkan paksa. Menurut Zul, sebenarnya para demonstran bersedia membubarkan diri asal ada jaminan pihak perusahaan tak lagi membabat hutan di Riau.
"Karena tidak ada kesepakatan, polisi akhirnya main paksa," ungkap Zulpahmi.
(cha/djo)
"Khusus WNA penangkapan di lakukan anggota Mabes Polri. Sedangkan yang WNI ditangkap Polres Pelalawan,” kata juru bicara Greenpeace, Zulfahmi di Riau, Kamis (12/11/2009).
Kesebelas WNA tersebut berasal dari, Spanyol, Philipina, Thailand, Brazil dan Jerman. Mereka ikut melakukan kegiatan kampanye lingkungan di lokasi konsesi hutan PT RAPP di Semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau.
"Kami berdemo di sini karena kami ingin menyelamatkan hutan Indonesia. Para aktivis berdemo dengan mengikatkan diri ke alat berat milik PT RAPP. Namun perusahaan meminta polisi membubarkan paksa kegiatan kami," terang Zulpahmi.
Menurut Zulpahmi, mereka sudah beberapa hari berada di lokasi konsesi hutan di Semenanjung Kampar dengan mendirikan basecamp. Dalam aksinya tadi siang, puluhan aktivis mengikatkan diri dengan rantai ke tujuh alat berat milik perusahaan bubur kertas Sukanto Tanoto, Bos RGM Group.
Aksi ini membuat gerah perusahaan bubur kertas terbesar di Asia Tenggara itu. Mereka kemudian meminta bantuan polisi untuk membubarkan paksa. Menurut Zul, sebenarnya para demonstran bersedia membubarkan diri asal ada jaminan pihak perusahaan tak lagi membabat hutan di Riau.
"Karena tidak ada kesepakatan, polisi akhirnya main paksa," ungkap Zulpahmi.
(cha/djo)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
241 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
