Sidang Kasus Damkar
Trik Lihai Hengky Menjual Dagangan
Kamis, 12/11/2009 14:03 WIB
Jakarta
Lewat rekaman dugaan rekayasa kasus Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto terungkap adanya praktik mafia peradilan atau makelar kasus (markus). Tapi tidak hanya itu, masyarakat juga perlu mewaspadai praktik makelar proyek pengadaan di departemen pemerintah.
Hal ini terungkap lewat persidangan terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran di beberapa provinsi di Indonesia, Hengky Samuel Daud. Direktur PT Istana Sarana Raya tersebut mengaku-ngaku dekat dengan mantan Mendagri Hari Sabarno dan menjual produknya dengan cara kotor.
Modus yang digunakan Hengky cukup lihai. Ia mengirim terlebih dahulu mobil pemadam kebakaran bertipe V 80 ASM yang tak lain adalah produk perusahaannya. Kemudian dengan berbekal radiogram Mendagri tentang pengadaan mobil, ia meyakinkan para kepala daerah untuk membeli barangnya.
"Mobil itu tiba-tiba sudah berada di depan kantor saya datang dari Jakarta. Setahun kemudian setelah didiamkan kami membelinya," kata M Sukri, Kepala Seksi Pengadaan Barang Dinas PU Kabupaten Tanggamus, Lampung, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Kamis (12/11/2009).
Dalam persidangan, turut juga dihadirkan sebagai saksi yaitu Gubernur Maluku Utara Thaib Armyn, Walikota Kendari Asrun Meng dan sejumlah kepala daerah lainnya.
Dalam praktiknya, Hengky juga terkadang melakukan pemaksaan saat menjual barang. Bekas buronan KPK ini juga tak mau bernegosiasi soal harga.
"Pokoknya mobil itu harus dibeli dan harus dibayar. Sempat juga atasan saya keberatan karena harganya kemahalan, tapi kita nggak bisa nolak. Waktu itu harganya Rp 999 juta," jelasnya.
Dalam kasus ini, sejumlah kepala daerah sudah menjadi korban praktik yang dilakukan Hengky. Sebut saja mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan, mantan Walikota Medan Abdillah, dan wakilnya Ramli Lubis yang kini sudah divonis bersalah dan meringkuk di tahanan.
Tidak hanya kepala daerah, mantan Dirjen Otonomi Daerah Oentarto Sindung Mawardi juga saat ini sedang menjalani persidangan dengan kasus yang sama. Diduga, kerugian negara dalam kasus ini mencapai miliaran rupiah.
(mad/nrl)
Hal ini terungkap lewat persidangan terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran di beberapa provinsi di Indonesia, Hengky Samuel Daud. Direktur PT Istana Sarana Raya tersebut mengaku-ngaku dekat dengan mantan Mendagri Hari Sabarno dan menjual produknya dengan cara kotor.
Modus yang digunakan Hengky cukup lihai. Ia mengirim terlebih dahulu mobil pemadam kebakaran bertipe V 80 ASM yang tak lain adalah produk perusahaannya. Kemudian dengan berbekal radiogram Mendagri tentang pengadaan mobil, ia meyakinkan para kepala daerah untuk membeli barangnya.
"Mobil itu tiba-tiba sudah berada di depan kantor saya datang dari Jakarta. Setahun kemudian setelah didiamkan kami membelinya," kata M Sukri, Kepala Seksi Pengadaan Barang Dinas PU Kabupaten Tanggamus, Lampung, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Kamis (12/11/2009).
Dalam persidangan, turut juga dihadirkan sebagai saksi yaitu Gubernur Maluku Utara Thaib Armyn, Walikota Kendari Asrun Meng dan sejumlah kepala daerah lainnya.
Dalam praktiknya, Hengky juga terkadang melakukan pemaksaan saat menjual barang. Bekas buronan KPK ini juga tak mau bernegosiasi soal harga.
"Pokoknya mobil itu harus dibeli dan harus dibayar. Sempat juga atasan saya keberatan karena harganya kemahalan, tapi kita nggak bisa nolak. Waktu itu harganya Rp 999 juta," jelasnya.
Dalam kasus ini, sejumlah kepala daerah sudah menjadi korban praktik yang dilakukan Hengky. Sebut saja mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan, mantan Walikota Medan Abdillah, dan wakilnya Ramli Lubis yang kini sudah divonis bersalah dan meringkuk di tahanan.
Tidak hanya kepala daerah, mantan Dirjen Otonomi Daerah Oentarto Sindung Mawardi juga saat ini sedang menjalani persidangan dengan kasus yang sama. Diduga, kerugian negara dalam kasus ini mencapai miliaran rupiah.
(mad/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 12:41 WIB
Mayat Penuh Luka Ditemukan Terapung di Sungai Sei Putih
-
Sabtu, 26/05/2012 12:35 WIB
Polisi Imbau Pelajar di Jakarta Tak Konvoi Usai Kelulusan
-
Sabtu, 26/05/2012 12:32 WIB
Coret Baju dan Konvoi Sepeda Motor Ramaikan Kelulusan SMA di Yogya
-
Sabtu, 26/05/2012 12:17 WIB
Corby Diberi Grasi, Bagaimana dengan Ekstradisi Adrian Kiki?
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
Sabtu, 26/05/2012 12:16 WIB
Lagi, Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 4 Militan di Pakistan
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Rakyat Yaman Gelar Demo Anti-Amerika dan Anti-Israel
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
