Pengacara Wiliardi Bantah Hadir dalam Pemeriksaan di Video Polri
Kamis, 12/11/2009 00:54 WIB
Jakarta
Mabes Polri memperlihatkan rekaman video pemeriksaan Wiliardi Wizar yang santai dan ditemani pengacara. Namun, pengacara Wiliardi membantah disertakan saat gambar itu diambil.
"Tidak ada sama sekali kuasa hukum. Rekaman tadi tidak menunjukkan kapan waktunya dan rekaman itu sebagian kecil," ujar pengacara Wiliardi, Herman Umar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (11/11/2009).
Sementara pengacara Wiliardi yang lain, Appolo Djrabonga mengatakan sekitar 7 jam diperiksa, kliennya dan istri mengklarifikasi pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) 30 April 2009 yang menurut Wiliardi dibuat atas tekanan petinggi Mabes Polri.
"Pak Wili dan istri menjelaskan itu. bagaimana mereka melakukan itu, kapan, dimana. Itu terjadi di Mabes di Propam tanggal 30 April. Kebetulan Bu Nova ada," ujar Appolo.
Apollo menegaskan bahwa penekanan psikis dialami oleh kliennya selama menjalani pemeriksaan oleh para penyidik di mabes Polri.
"Misalnya diperiksa selama 3 hari dan dibujuk meminta WW disamakan keterangan dengan Sigid dan diminta supaya ada perintah dari AA," jelasnya.
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan terdakwa Antasari, kemarin, Wili mempertanyakan BAP dirinya tanggal 29 April 2009. BAP tersebut tidak berisi penyebutan Antasari terlibat dalam pembunuhan Nasruddin.
Namun, jaksa menggunakan BAP tertanggal 30 April yang sudah dicabut oleh Wiliardi sendiri. Dalam BAP yang kedua ini disebutkan keterkaitan Antasari dalam penembakan
(fiq/nwk)
"Tidak ada sama sekali kuasa hukum. Rekaman tadi tidak menunjukkan kapan waktunya dan rekaman itu sebagian kecil," ujar pengacara Wiliardi, Herman Umar di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (11/11/2009).
Sementara pengacara Wiliardi yang lain, Appolo Djrabonga mengatakan sekitar 7 jam diperiksa, kliennya dan istri mengklarifikasi pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) 30 April 2009 yang menurut Wiliardi dibuat atas tekanan petinggi Mabes Polri.
"Pak Wili dan istri menjelaskan itu. bagaimana mereka melakukan itu, kapan, dimana. Itu terjadi di Mabes di Propam tanggal 30 April. Kebetulan Bu Nova ada," ujar Appolo.
Apollo menegaskan bahwa penekanan psikis dialami oleh kliennya selama menjalani pemeriksaan oleh para penyidik di mabes Polri.
"Misalnya diperiksa selama 3 hari dan dibujuk meminta WW disamakan keterangan dengan Sigid dan diminta supaya ada perintah dari AA," jelasnya.
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan terdakwa Antasari, kemarin, Wili mempertanyakan BAP dirinya tanggal 29 April 2009. BAP tersebut tidak berisi penyebutan Antasari terlibat dalam pembunuhan Nasruddin.
Namun, jaksa menggunakan BAP tertanggal 30 April yang sudah dicabut oleh Wiliardi sendiri. Dalam BAP yang kedua ini disebutkan keterkaitan Antasari dalam penembakan
(fiq/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 15:02 WIB
Pilkada atau Pilpres, Jangan Terbuai Janji Calon Pemimpi
-
Jumat, 25/05/2012 14:51 WIB
Minibus Masuk Jurang di Tapsel, 6 Penumpang Tewas
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Ketua FPD: Wajar Ada Ketidakpercayaan Terhadap Anas
-
Jumat, 25/05/2012 14:46 WIB
Gara-gara Pompa Air Macet, 2 Pejabat RS di Pekanbaru Bertengkar
-
Jumat, 25/05/2012 14:39 WIB
Bachtiar Chamsyah: Hukum Sering Tidak Adil
-
Jumat, 25/05/2012 13:53 WIB
Dicatut Website Jokowi-Basuki, Najwa Shihab Layangkan Protes
-
Jumat, 25/05/2012 12:58 WIB
Ruhut: Selamat dari Insiden Ternate, Anas Harus Berterimakasih kepada Ibas
-
Jumat, 25/05/2012 13:35 WIB
Maling Motor Tembak Satpam di Masjid Kampus IPB
-
Jumat, 25/05/2012 13:19 WIB
Hasil UN 2012 di Sumut, Seluruh Siswa di 2 Sekolah Tak Lulus
-
703 Komentar
-
271 Komentar
-
240 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 572.000
- Rp 894.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
