MPR Prihatin Melihat Kisruh RDP Komisi III dengan Kompak
Rabu, 11/11/2009 15:20 WIB
Jakarta
Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifudin mengungkapkan keprihatinannya atas kisruh antara Komisi III dengan perwakilan masyarakat 'Kompak' semalam. Menurutnya hal ini menunjukkan elit politik belum mampu berdemokrasi.
"Saya amat prihatin dengan kisruh dan kegaduhan yang terjadi di Komisi III dengan masyarakat anti korupsi. Mengapa perbedaan harus disikapi dengan emosi?" sesal Lukman saat berbincang dengan detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
Menurut Lukman, hal ini bukti kurangnya kesadaran demokrasi bagi kedua belah pihak. Terlebih anggota DPR yang sempat meladeni amarah rakyat yang kecewa tidak didengar aspirasinya. "Elit negeri ini belum bisa menghadapi perbedaan secara beradab," papar Lukman.
Sebenarnya Lukman berharap agar elit politik Indonesia makin memahami perbedaan. Dari perbedaan lah Indonesia menjadi kesatuan utuh. "Mengapa kedewasaan dan kearifan tidak muncul dalam menyelesaikan masalah?" pungkasnya.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPR dengan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) berlangsung ricuh karena kedua pihak tidak sepaham. Kompak meminta DPR menghapus poin ke 3 kesimpulan raker DPR dengan Jaksa Agung yang isinya mendukung Kejagung melanjutkan kasus Bibit Chandra.
(van/yid)
"Saya amat prihatin dengan kisruh dan kegaduhan yang terjadi di Komisi III dengan masyarakat anti korupsi. Mengapa perbedaan harus disikapi dengan emosi?" sesal Lukman saat berbincang dengan detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
Menurut Lukman, hal ini bukti kurangnya kesadaran demokrasi bagi kedua belah pihak. Terlebih anggota DPR yang sempat meladeni amarah rakyat yang kecewa tidak didengar aspirasinya. "Elit negeri ini belum bisa menghadapi perbedaan secara beradab," papar Lukman.
Sebenarnya Lukman berharap agar elit politik Indonesia makin memahami perbedaan. Dari perbedaan lah Indonesia menjadi kesatuan utuh. "Mengapa kedewasaan dan kearifan tidak muncul dalam menyelesaikan masalah?" pungkasnya.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III DPR dengan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) berlangsung ricuh karena kedua pihak tidak sepaham. Kompak meminta DPR menghapus poin ke 3 kesimpulan raker DPR dengan Jaksa Agung yang isinya mendukung Kejagung melanjutkan kasus Bibit Chandra.
(van/yid)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 11:44 WIB
Awas Macet! Ada Sidang 10 Ribu Kasus Tilang di PN Jakarta Pusat
-
Jumat, 25/05/2012 11:35 WIB
Komwas PD Kumpulkan Bukti Penghadangan Anas-Ibas
-
Jumat, 25/05/2012 11:34 WIB
Publikasikan Testimoni Banyak Tokoh, Jokowi-Basuki Kutip dari Media
-
Jumat, 25/05/2012 11:32 WIB
Eks Mensos Bachtiar Chamsyah Bebas!
-
Jumat, 25/05/2012 11:25 WIB
Siapa Pemilik Porsche Cayanne yang Nekat Memakai Pelat TNI?
-
Jumat, 25/05/2012 10:36 WIB
Kejagung: PNS di Batam Kirim Uang Rp 700 juta ke Rekening Dhana
-
Jumat, 25/05/2012 10:28 WIB
2 Pistol Milik Jenderal BIN Diserahkan Anaknya ke Mabes Polri
-
Jumat, 25/05/2012 09:12 WIB
Mabes Benarkan Angka Awal 9 di Mobil Merupakan Pelat Nomor Pinjaman TNI
-
Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Terancam Ditutup, Tukang Gigi Kehilangan Penghasilan Rp 3 Juta/Bulan
-
703 Komentar
-
270 Komentar
-
239 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,010.000
- Rp 894.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
