Kasus Antasari
Wiliardi Mengaku Ditekan, Hakim Harus Lakukan Kroscek
Rabu, 11/11/2009 14:41 WIB
dok detikcom
Denpasar
Wiliardi Wizard mengaku ditekan penyidik Polri untuk memberikan kesaksian yang menyudutkan Antasari Azhar. Untuk membuktikan kebenaran hal itu, hakim harus melakukan kroscek.
Pakar Hukum dari Universitas Udayana (Unud) Denpasar, I Gede Artha, mengatakan adalah hal yang wajar jika saksi mencabut keterangannya di BAP. Pasalnya, kesaksian di persidangan lebih kuat dari kesaksian di BAP.
"Boleh saja saksi berbohong atau ingkar sebab terdakwa berhak menyembunyikan perbuatannya. Hak ingkar adalah hak asasi yang diatur dalam KUHAP," kata Artha kepada detikcom via telepon, Rabu (11/11/2009).
Hanya saja, jika Wiliardi terbukti memberikan kesaksian bohong di persidangan yang mengadili kasus dugaan pembunuhan oleh Antasari Azhar, maka ia bakal dijerat pasal tentang kesaksian palsu. "Jika terbukti berbohong ia akan terkena kasus lagi," ujar Artha.
Sikap Wiliardi yang mencabut BAP saat bersaksi di persidangan bakal membuat JPU bekerja ekstra keras untuk membuktikan dakwaannya. "Keterangan Wiliardi harus dikroscek dengan alat bukti lain, seperti keterangan saksi lain, petunjuk serta keterangan ahli," kata Artha.
Meskipun Wiliardi telah mencabut keterangannya di BAP, menurut Artha, persidangan tetap berlanjut. Selanjutnya, keyakinan majelis hakim yang menentukan kesaksian Wiliardi benar atau tidak.
"Dalam proses pembuktian, bisa diminta oleh majelis hakim menggunakan alat tes kebohongan di persidangan untuk lebih meyakinkan hakim," kata Artha.
(gds/djo)
Pakar Hukum dari Universitas Udayana (Unud) Denpasar, I Gede Artha, mengatakan adalah hal yang wajar jika saksi mencabut keterangannya di BAP. Pasalnya, kesaksian di persidangan lebih kuat dari kesaksian di BAP.
"Boleh saja saksi berbohong atau ingkar sebab terdakwa berhak menyembunyikan perbuatannya. Hak ingkar adalah hak asasi yang diatur dalam KUHAP," kata Artha kepada detikcom via telepon, Rabu (11/11/2009).
Hanya saja, jika Wiliardi terbukti memberikan kesaksian bohong di persidangan yang mengadili kasus dugaan pembunuhan oleh Antasari Azhar, maka ia bakal dijerat pasal tentang kesaksian palsu. "Jika terbukti berbohong ia akan terkena kasus lagi," ujar Artha.
Sikap Wiliardi yang mencabut BAP saat bersaksi di persidangan bakal membuat JPU bekerja ekstra keras untuk membuktikan dakwaannya. "Keterangan Wiliardi harus dikroscek dengan alat bukti lain, seperti keterangan saksi lain, petunjuk serta keterangan ahli," kata Artha.
Meskipun Wiliardi telah mencabut keterangannya di BAP, menurut Artha, persidangan tetap berlanjut. Selanjutnya, keyakinan majelis hakim yang menentukan kesaksian Wiliardi benar atau tidak.
"Dalam proses pembuktian, bisa diminta oleh majelis hakim menggunakan alat tes kebohongan di persidangan untuk lebih meyakinkan hakim," kata Artha.
(gds/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 11:35 WIB
Komwas PD Kumpulkan Bukti Penghadangan Anas-Ibas
-
Jumat, 25/05/2012 11:32 WIB
Eks Mensos Bachtiar Chamsyah Bebas!
-
Jumat, 25/05/2012 11:25 WIB
Siapa Pemilik Porsche Cayanne yang Nekat Memakai Pelat TNI?
-
Jumat, 25/05/2012 11:22 WIB
Ciaat! Amankan Busway, Petugas Bus TransJ Belajar Silat
-
Jumat, 25/05/2012 11:20 WIB
Komisi II DPR: Pendataan Pemilih Pilgub DKI Jakarta Tidak Transparan
-
Jumat, 25/05/2012 10:36 WIB
Kejagung: PNS di Batam Kirim Uang Rp 700 juta ke Rekening Dhana
-
Jumat, 25/05/2012 10:28 WIB
2 Pistol Milik Jenderal BIN Diserahkan Anaknya ke Mabes Polri
-
Jumat, 25/05/2012 09:12 WIB
Mabes Benarkan Angka Awal 9 di Mobil Merupakan Pelat Nomor Pinjaman TNI
-
Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Terancam Ditutup, Tukang Gigi Kehilangan Penghasilan Rp 3 Juta/Bulan
-
703 Komentar
-
270 Komentar
-
239 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,010.000
- Rp 894.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
