Tingkat Transparansi Pendanaan Politik Masih Rendah
Rabu, 11/11/2009 14:27 WIB
Jakarta
Transparency International Indonesia (TII) melakukan penelitian tentang transparansi dana politik terhadap 7 parpol yang ikut dalam Pemilu 2009. Hasilnya, tingkat transparansi pendanaan politik di Indonesia masih rendah.
"Seluruh partai politik yang disurvei tidak bersedia memberikan laporan keuangannya kepada peneliti dengan berbagai macam alasan," ujar Sekjen TII Teten Masduki dalam peluncuran hasil riset transparansi dana politik Crinis TII di Hotel Atlet Century Park, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
Metode yang diberi nama Crinis (diambil dari bahasa Latin yang artinya berkas cahaya) pertama kali dikembangkan oleh chapter atau kelompok Transparency International di negara-negara Amerika Latin. Riset dilakukan atas 7 partai politik, yaitu Partai Demokrat, Golkar, PDIP, PKS, PAN, PKB dan Partai Hanura.
Pemilihan partai tersebut dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Metode yang digunakan adalah dengana mengirim permohonan data melalui surat, kunjungan langsung ke kantor partai, dan wawancara. "Pengumpulan data dilakukan pada Juli-September 2009," imbuh Teten.
Dia menjelaskan, meski sudah memadai, sistem regulasi pendanaan politik di Indonesia dalam beberapa aspek masih sangat kurang. "Kekurangan yang paling besar adalah tidak diaturnya standar pelaporan keuangan partai yang baku," kata mantan Koordinator ICW ini menambahkan.
Tata kelola pendanaan politik, menurut Teteng, sangat menentukan independensi dan kualitas repreaentasi di parlemen. "Tidak adanya transparansi dan sakuntabilitas merupakan indikasi bahwa anggota parlemen sangat mudah dikuasai oleh kepentingan pemilik modal di negeri ini," pungkas Teten.
(anw/sho)
"Seluruh partai politik yang disurvei tidak bersedia memberikan laporan keuangannya kepada peneliti dengan berbagai macam alasan," ujar Sekjen TII Teten Masduki dalam peluncuran hasil riset transparansi dana politik Crinis TII di Hotel Atlet Century Park, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
Metode yang diberi nama Crinis (diambil dari bahasa Latin yang artinya berkas cahaya) pertama kali dikembangkan oleh chapter atau kelompok Transparency International di negara-negara Amerika Latin. Riset dilakukan atas 7 partai politik, yaitu Partai Demokrat, Golkar, PDIP, PKS, PAN, PKB dan Partai Hanura.
Pemilihan partai tersebut dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Metode yang digunakan adalah dengana mengirim permohonan data melalui surat, kunjungan langsung ke kantor partai, dan wawancara. "Pengumpulan data dilakukan pada Juli-September 2009," imbuh Teten.
Dia menjelaskan, meski sudah memadai, sistem regulasi pendanaan politik di Indonesia dalam beberapa aspek masih sangat kurang. "Kekurangan yang paling besar adalah tidak diaturnya standar pelaporan keuangan partai yang baku," kata mantan Koordinator ICW ini menambahkan.
Tata kelola pendanaan politik, menurut Teteng, sangat menentukan independensi dan kualitas repreaentasi di parlemen. "Tidak adanya transparansi dan sakuntabilitas merupakan indikasi bahwa anggota parlemen sangat mudah dikuasai oleh kepentingan pemilik modal di negeri ini," pungkas Teten.
(anw/sho)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
