detikcom
Rabu, 11/11/2009 12:41 WIB

TNI AD Akan Bentuk Kodam Baru di Kalbar & Papua video foto

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - TNI AD akan memekarkan komando teritorialnya. TNI AD bersiap untuk membentuk dua kodam baru, masing-masing di wilayah Kalbar dan Papua.

"Jadi di Kalbar. Yang di Papua insya Allah ada," ujar KSAD Letjen TNI George Toisutta di Mabes TNI AD, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2009).

Selain itu, George mengaku masih akan melanjutkan kebijakan pendulunya Jenderal TNI Agustadi Sasongko untuk membangun TNI AD yang profesional. Untuk pemberantasan teroris, TNI AD siap bekerjasama dengan Kepolisian.

"Kita tetap bantu polisi walaupun dalam UU No 34/2004 tentang TNI itu juga salah satu tugas kita," kata dia.

Untuk alih bisnis TNI, TNI AD akan terus melanjutkan kebijakan pemerintah. "Kita jalankan. Tidak ada alasan TNI AD tidak melakukan itu," tegas George.

Namun George masih merahasiakan siapa yang akan menggantikan posisinya menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad). George saat ini merangkap jabatan sebagai Pangkostrad.

"Pergantian Pangkostrad dalam waktu dekat," tuturnya.

Calonnya siapa? "Belum tahu," elak George.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(nik/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%