detikcom

Pengacara: Wiliardi Bukan Robot Hidup, Kesaksian Tak Direkayasa video foto

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 11/11/2009 11:12 WIB
Jakarta Langkah Wiliardi Wizar yang blak-blakan menyebut penahanan Antasari Azhar dikondisikan petinggi Polri tidak dimaksudkan melemahkan institusi kepolisian. Wiliardi hanya ingin mengungkapkan kebenaran tanpa rekayasa.

"Wiliardi tidak bermaksud untuk melemahkan atau barangkali menyatakan ada kekurangan institusi kepolisian. Tetapi, lebih banyak kepada ungkapan kebenaran yang lahir dari kejujuran," kata Apolos Djara Bonga, kuasa hukum Wiliardi, kepada detikcom, Rabu (11/11/2009).

Menurut dia, pernyataan Wiliardi di sidang juga bukan rekayasa dengan pihak-pihak terkait.

"Kalau saya lihat tidak ada rekayasa. Apa untungnya Wiliardi merekayasa. Karena ini tanggung jawab moral secara hukum dan kepada Tuhan. Wiliardi bukan robot hidup. Dia manusia yang punya nurani dan kepercayaan kepada Pencipta. Segala sesuatu yang dibuatnya maka akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan sehingga dia berani bersumpah," papar Apoos.

Apolos menyatakan, Wiliardi kini sudah tidak terbebani lagi setelah mengungkapkan kebenaran tersebut di muka persidangan.

Curhat ke Komnas HAM


Apolos mengatakan, Wiliardi pernah mengaku mengalami intimidasi secara psikis saat pemeriksaan di Kepolisian. Eks Kapolres Jakarta Selatan ini juga pernah curhat ke Komnas HAM.

"Masalahnya Wiliardi belum dapat mengungkapkan karena dalam posisi tertekan dan masih dalam penyidikan di Kepolisian. Tetapi, dia pernah melaporkan ke Komnas HAM mengenai penindasan ini," kata Apolos.

Pada Komnas HAM, kata dia, Wiliardi mengadu tidak didampingi penasihat hukum saat pemeriksaan 28-30 April 2009. "Hal itu sudah disampaikan ke pengacara. Di sini ada penindasan HAM. Buktinya dalam 3 hari, Wiliardi tidak boleh dibesuk siapa pun termasuk keluarga, rohaniawan. Padahal, itu dijamin KUHP," papar Apolos.

Wiliardi mengaku ditekan Irjen Pol Hadiatmoko dan Brigjen Pol Irawan Dahlan dalam proses pemeriksaan pada sidang Antasari Selasa 10 November kemarin.

Namun kesaksian Wiliardi dibantah keras oleh Mabes Polri. Lewat Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna, polisi menilai bukti kuat sudah mereka miliki.

(aan/nrl)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel