detikcom

Rekayasa Kasus Antasari

Wiliardi Diduga Setujui Rekayasa Karena Terjepit & Diberi Janji

Chazizah Gusnita - detikNews
Rabu, 11/11/2009 10:28 WIB
Jakarta Terdakwa pembunuhan Nasrudin Zulkarnain, Wiliardi Wizar mengaku mengikuti rekayasa petinggi Polri untuk menahan Antasari Azhar. Wiliardi dinilai dalam posisi terjepit dan terdesak untuk menyetujui rekayasa itu karena diberi janji-janji.

"Kalau melihat posisinya sebagai tersangka, dia dalam kondisi terjepit dan ada janji-janji. Dia terpengaruh karena akan ada yang menolong dia," kata pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar kepada detikcom, Rabu (11/20/2009).

Menurut Bambang, Wiliardi harus mempunyai alat bukti lain untuk memperkuat kesaksiannya terhadap terdakwa Antasari Azhar. Kalaupun bisa kesaksian dari istrinya Nova Wiliardi yang juga mengetahui rekayasa itu tapi tidak begitu kuat.

"Ya bisa (istrinya). Akan dipertimbangkan majelis hakim. Tapi kalau bisa di luar (keluarga) itu untuk memperkuat," imbuhnya.

Sebelumnya dalam persidangan, Wiliardi mengaku penahanan Antasari telah dikondisikan oleh sejumlah petinggi Polri. Pengakuannya ini membuat Antasari menitikkan air mata karena terharu.

Untuk membuktikan omongannya itu, Wiliardi sampai bersumpah mati. "Demi Allah saya bersumpah, biar mati lampu ini, mati saya Pak," ujarnya.

Wiliardi mengaku ditekan Irjen Pol Hadiatmoko dan Brigjen Pol Irawan Dahlan dalam proses pemeriksaan. "Jam 10.00 WIB pagi saya didatangi oleh Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko. Dia katakan sudah kamu ngomong saja, kamu dijamin oleh pimpinan Polri tidak ditahan, hanya dikenakan disiplin saja," kata Wiliardi saat itu.

Namun kesaksian mantan Kapolres Jakarta Selatan ini dibantah keras oleh Mabes Polri. Lewat Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna, polisi menilai bukti kuat sudah mereka miliki.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pun meragukan Wiliardi mengalami tekanan saat diperiksa. Pangkat penyidik lebih rendah dibandingkan pangkat Wiliardi.

"Masa sih dia seorang Kombes diperiksa AKP atau Kompol, bisa dipaksa?" kata BHD.

(gus/iy)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel