detikcom
Rabu, 11/11/2009 07:19 WIB

Menengok Optimisme TNI di Perbatasan

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - Masalah klasik masih mengintai penegakkan kedaulatan dan keamanan perbatasan di Provinsi Kepulauan Riau. Mulai dari alusista yang kurang, terbatasnya bahan bakar hingga kesulitan komunikasi antarsatuan. Namun di balik segala kekurangan tersebut, masih ada rasa optimistis unsur-unsur TNI menjaga kedaulatan NKRI.

"Personel 100 persen kita siap. Unsur-unsur kejuangan TNI bersama rakyat siap menjaga perbatasan," ujar Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV, Laksamana Pertama SM Darojatim saat menerima kunjungan wartawan seksi Dephan pekan lalu di Tanjungpinang, Kepri, Jumat (4/11/2009).

Darojatim menjelaskan, kendala utama adalah kurangnya bahan bakar untuk kapal-kapal milik TNI AL. Pemeliharaan kapal pun perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kesiapan tempur TNI AL. Namun perwira tinggi berbintang satu ini menegaskan kesiapan personelnya untuk memberikan yang terbaik bagi kedaulatan NKRI.

Wilayah Kepri yang berbatasan dengan Singapura, Malaysia dan perairan vietnam itu memang 95 persen terdiri dari lautan. Luas wilayah Kepri 252.602 kilometer persegi, dari luas itu hanya 9.777 kilometer persegi yang berupa daratan. Sisanya 242.852 kilometer persegi merupakan wilayah perairan.

Kekuatan di darat, ada Korem 033 Wira Pratama yang membawahi Kodim 0315 Bintan, Kodim 0316 Batam, Kodim 0317 Tanjung Balai Karimun dan Kodim 0318 Natuna. Selain itu ada batalyon infanteri 134 yang diperkuat sekitar 1.500 personel.

Kendalanya, TNI AD mengaku kesulitan untuk melakukan penyebrangan personel antarpulau di wilayah Korem 033. TNI AD tidak memiliki perahu, sehingga untuk menyebrang masih mengandalkan bantuan kapal TNI AL atau kapal tradisional milik masyarakat. Tapi jika bertempur melawan pasukan negara tetangga, TNI AD mengaku masih yakin menang.

"Kalau dibandingkan dengan tentara negara tetangga, pasukan kita lebih unggul. Ini terlihat dari saat latihan bersama. Kemampuan pasukan kita lebih tinggi," jelas Danrem 033 WP Kolonel Arh Mardimin di tempat yang sama.

Untuk TNI AU, kekuatan di Kepri berpusat di Lanud Tanjungpinang. Walau tidak ada unsur pesawat tempur di lanud tipe C tersebut, namun sewaktu-waktu jika dibutuhkan, Lanud Tanjungpinang bisa menjadi pangkalan udara depan.

Permasalahan yang dihadapi, pesawat-pesawat Singapura masih sering memasuki wilayah Kepri. Selain itu penerbangan di Kepri masih diatur oleh Singapura melalui Flight Information Region (FIR) di Bandara Changi.

(rdf/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel