Pemerintah Dinilai 'Kucilkan' Peran KPK di Konferensi PBB
Selasa, 10/11/2009 20:38 WIB
Jakarta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya sedang dikucilkan di dalam negeri. Saat mengikuti Konferensi Anti Korupsi (UNCAC) di Doha, Qatar, pemerintah tidak melilbatkan lembaga antikorupsi tersebut sebagai ketua delegasi.
"Padahal KPK merupakan ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebaliknya, yang ditunjuk adalah Deputi Polhukam Bappenas, Bambang Sutetjo," kata wakil koordinator ICW, Adnan Topan Husodo dalam rilisnya kepada wartawan, Selasa (10/11/2009).
Adnan bersama koordinator ICW Danang Widoyoko turut hadir dalam pertemuan yang digelar hingga 13 November 2009 tersebut.
Lebih lanjut Adnan menjelaskan, soal pengecilan peran KPK ini saja bisa dilihat dari posisi duduk perwakilan KPK yang berada dalam barisan paling belakang di antara anggota delegasi Pemerintah lainnya.
Hal ini sangat disayangkan oleh kalangan aktivis karena konferensi tersebut bisa menjadi ajang perbaikan masalah korupsi di Indonesia.
"Akibatnya, pandangan umum yang telah disampaikan oleh Ketua Delegasi Pemerintah mengenai perkembangan implementasi prinsip-prinsip UNCAC di dalam negeri juga sangat konservatif," jelasnya.
Selain itu, Direktur PUKAT UGM Zainal Arifin Muchtar yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia dan memantau langsung konferensi, materi yang disampaikan delegasi banyak yang keluar dari fakta sebenarnya. Di antaranya adalah isu pelemahan dan kriminalisasi KPK, buruknya koordinasi dalam pemberantasan korupsi dalam negeri terutama KPK, Kejaksaan Agung dan Polri.
"Pemerintah Indonesia juga tidak jujur dalam menjelaskan perkembangan agenda pemberantasan korupsi di Indonesia," tegasnya.
(mad/ndr)
"Padahal KPK merupakan ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebaliknya, yang ditunjuk adalah Deputi Polhukam Bappenas, Bambang Sutetjo," kata wakil koordinator ICW, Adnan Topan Husodo dalam rilisnya kepada wartawan, Selasa (10/11/2009).
Adnan bersama koordinator ICW Danang Widoyoko turut hadir dalam pertemuan yang digelar hingga 13 November 2009 tersebut.
Lebih lanjut Adnan menjelaskan, soal pengecilan peran KPK ini saja bisa dilihat dari posisi duduk perwakilan KPK yang berada dalam barisan paling belakang di antara anggota delegasi Pemerintah lainnya.
Hal ini sangat disayangkan oleh kalangan aktivis karena konferensi tersebut bisa menjadi ajang perbaikan masalah korupsi di Indonesia.
"Akibatnya, pandangan umum yang telah disampaikan oleh Ketua Delegasi Pemerintah mengenai perkembangan implementasi prinsip-prinsip UNCAC di dalam negeri juga sangat konservatif," jelasnya.
Selain itu, Direktur PUKAT UGM Zainal Arifin Muchtar yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia dan memantau langsung konferensi, materi yang disampaikan delegasi banyak yang keluar dari fakta sebenarnya. Di antaranya adalah isu pelemahan dan kriminalisasi KPK, buruknya koordinasi dalam pemberantasan korupsi dalam negeri terutama KPK, Kejaksaan Agung dan Polri.
"Pemerintah Indonesia juga tidak jujur dalam menjelaskan perkembangan agenda pemberantasan korupsi di Indonesia," tegasnya.
(mad/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 11:03 WIB
Penyelundupan Orang Melibatkan WNI Anak Ramai Dibicarakan di Australia
-
Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Komwas Demokrat Periksa Kader Penghadang Anas-Ibas
-
Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Terancam Ditutup, Tukang Gigi Kehilangan Penghasilan Rp 3 Juta/Bulan
-
Jumat, 25/05/2012 10:49 WIB
Selain Presiden dan Wapres, Menteri Juga Tak Boleh Pimpin Partai
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR Laporkan Porsche Cayenne Berpelat TNI ke Mabes
-
Jumat, 25/05/2012 10:36 WIB
Kejagung: PNS di Batam Kirim Uang Rp 700 juta ke Rekening Dhana
-
Jumat, 25/05/2012 09:12 WIB
Mabes Benarkan Angka Awal 9 di Mobil Merupakan Pelat Nomor Pinjaman TNI
-
Jumat, 25/05/2012 10:28 WIB
2 Pistol Milik Jenderal BIN Diserahkan Anaknya ke Mabes Polri
-
Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Terancam Ditutup, Tukang Gigi Kehilangan Penghasilan Rp 3 Juta/Bulan
-
703 Komentar
-
270 Komentar
-
239 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,801.000
- Rp 894.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
