Kasus Anggoro Widjojo
Kabar Kematian Julianto Diragukan dan Layak Dicurigai
Selasa, 10/11/2009 16:00 WIB
Surabaya
Sosok baru Julianto, pernah aktif di MKGR dan sering disebut makelar kasus, telah muncul. Diduga dia adalah Julianto yang dimaksud Ari Muladi. Namun, tiba-tiba ada kabar bahwa Julianto sudah meninggal pada 1999. Berita meninggalnya Julianto layak diragukan. Sebab, pada tahun 2000 Julianto masih mondar-mandir Jakarta-Surabaya.
"Tahun 2000, saya masih berhubungan. Saat itu Julianto masih mondar-mandir Surabaya-Jakarta," kata Arifudinsyah, Ketua Musyawarah Kerja dan Gotong Royong (MKGR) Jawa Timur, ketika dihubungi detikcom, Selasa (10/11/2009).
Karena itu, Arifudin meragukan kebenaran berita meninggalnya Julianto itu. Apalagi, dia baru mendengar kabar meninggalnya Julianto baru pagi tadi. "Setelah berita Julianto ramai diberitakan di Surabaya, tadi ada yang bilang ke saya katanya Julianto sudah meninggal," kata Arifudinsyah.
Namun Arifudinsyah merasa tidak yakin dengan berita kematian Julianto. Dia menduga mungkin ada upaya menghilangkan jejak Julianto. "Bisa jadi ini cara untuk menghilangkan jejak. Saya tambah penasaran dengan kebenarannya," tambah Arifudin.
Arifudin dan Julianto pernah bareng di kepengurusan MKGR Jatim pada 1997-2000. Pada tahun 2000, Julianto kemudian pindah ke Jakarta, sementara Arifudin tetap di Surabaya dan hingga saat ini masih aktif di MKGR.
Arifudin menceritakan Julianto merupakan keponakan mantan menteri era Soeharto, Mien Sugandhi. Dia pernah terkena kasus penggelapan uang Rp 100 juta pada 1997. Dia divonis pengadilan 4 bulan penjara, namun tidak pernah dieksekusi.
(fat/asy)
"Tahun 2000, saya masih berhubungan. Saat itu Julianto masih mondar-mandir Surabaya-Jakarta," kata Arifudinsyah, Ketua Musyawarah Kerja dan Gotong Royong (MKGR) Jawa Timur, ketika dihubungi detikcom, Selasa (10/11/2009).
Karena itu, Arifudin meragukan kebenaran berita meninggalnya Julianto itu. Apalagi, dia baru mendengar kabar meninggalnya Julianto baru pagi tadi. "Setelah berita Julianto ramai diberitakan di Surabaya, tadi ada yang bilang ke saya katanya Julianto sudah meninggal," kata Arifudinsyah.
Namun Arifudinsyah merasa tidak yakin dengan berita kematian Julianto. Dia menduga mungkin ada upaya menghilangkan jejak Julianto. "Bisa jadi ini cara untuk menghilangkan jejak. Saya tambah penasaran dengan kebenarannya," tambah Arifudin.
Arifudin dan Julianto pernah bareng di kepengurusan MKGR Jatim pada 1997-2000. Pada tahun 2000, Julianto kemudian pindah ke Jakarta, sementara Arifudin tetap di Surabaya dan hingga saat ini masih aktif di MKGR.
Arifudin menceritakan Julianto merupakan keponakan mantan menteri era Soeharto, Mien Sugandhi. Dia pernah terkena kasus penggelapan uang Rp 100 juta pada 1997. Dia divonis pengadilan 4 bulan penjara, namun tidak pernah dieksekusi.
(fat/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 11:03 WIB
Penyelundupan Orang Melibatkan WNI Anak Ramai Dibicarakan di Australia
-
Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Komwas Demokrat Periksa Kader Penghadang Anas-Ibas
-
Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Terancam Ditutup, Tukang Gigi Kehilangan Penghasilan Rp 3 Juta/Bulan
-
Jumat, 25/05/2012 10:49 WIB
Selain Presiden dan Wapres, Menteri Juga Tak Boleh Pimpin Partai
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR Laporkan Porsche Cayenne Berpelat TNI ke Mabes
-
Jumat, 25/05/2012 09:12 WIB
Mabes Benarkan Angka Awal 9 di Mobil Merupakan Pelat Nomor Pinjaman TNI
-
Jumat, 25/05/2012 10:36 WIB
Kejagung: PNS di Batam Kirim Uang Rp 700 juta ke Rekening Dhana
-
Jumat, 25/05/2012 10:30 WIB
Mabes Polri: Izin Konser Lady Gaga Tunggu Keputusan Polda Metro
-
Jumat, 25/05/2012 09:51 WIB
'Pengepungan' di Ternate Tunjukkan Rapuhnya Kepemimpinan Anas
-
703 Komentar
-
269 Komentar
-
239 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,010.000
- Rp 2,801.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
