Raker Komisi III-Polri
Polri: BHD Akan Bertanggung Jawab Soal Penyebutan Cak Nur
Selasa, 10/11/2009 15:42 WIB
Jakarta
Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri akan mempertanggungjawabkan penjelasannya dalam raker dengan Komisi III DPR beberapa waktu lalu, terutama mengenai penyebutan tokoh bangsa almarhum Nurcholis Madjid. Kapolri akan menyelesaikan itu secara bijak.
"Kita akan coba nanti secara personal sebagai pertangungjawaban Kapolri. Kapolri akan sangat wise atau bijak soal itu," kata Kadiv Huhmas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna.
Hal itu dikatakan Nanan saat menjawab pertanyaan apakah BHD akan meminta maaf kepada keluarga Cak Nur, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (10/11/2009).
Dikatakan Nanan, Kapolri mengungkapkan nama Cak Nur karena diminta oleh anggota Dewan. Namun, pada saat itu, BHD sudah cukup berhati-hati dengan hanya menyebut inisial.
"Sekali lagi saya sampaikan, Kapolri diminta di depan Komisi III untuk menyampaikan. Tidak pernah menyebutkan nama itu. Hanya inisial saja," tandas Nanan.
Dalam Raker pada Kamis hingga Jumat (5-6/11/2099) pekan lalu, BHD mengatakan, polisi mencurigai KPK tidak menindaklanjuti temuan bukti aliran dana ke mantan Menhut MS Kaban dari PT Masaro Radiokom. Sebab, Wakil Ketua KPK nonaktif Chandra Hamzah punya kedekatan emosional dengan Kaban.
Kaban, dikatakan BHD, pernah menjadi saksi nikah Chandra dengan putri dari seorang tokoh yang sangat dihormati, 'N'. Belakangan diketahui N yang disebut Kapolri adalah Nurcholish Madjid.
(irw/nrl)
"Kita akan coba nanti secara personal sebagai pertangungjawaban Kapolri. Kapolri akan sangat wise atau bijak soal itu," kata Kadiv Huhmas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna.
Hal itu dikatakan Nanan saat menjawab pertanyaan apakah BHD akan meminta maaf kepada keluarga Cak Nur, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (10/11/2009).
Dikatakan Nanan, Kapolri mengungkapkan nama Cak Nur karena diminta oleh anggota Dewan. Namun, pada saat itu, BHD sudah cukup berhati-hati dengan hanya menyebut inisial.
"Sekali lagi saya sampaikan, Kapolri diminta di depan Komisi III untuk menyampaikan. Tidak pernah menyebutkan nama itu. Hanya inisial saja," tandas Nanan.
Dalam Raker pada Kamis hingga Jumat (5-6/11/2099) pekan lalu, BHD mengatakan, polisi mencurigai KPK tidak menindaklanjuti temuan bukti aliran dana ke mantan Menhut MS Kaban dari PT Masaro Radiokom. Sebab, Wakil Ketua KPK nonaktif Chandra Hamzah punya kedekatan emosional dengan Kaban.
Kaban, dikatakan BHD, pernah menjadi saksi nikah Chandra dengan putri dari seorang tokoh yang sangat dihormati, 'N'. Belakangan diketahui N yang disebut Kapolri adalah Nurcholish Madjid.
(irw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 11:03 WIB
Penyelundupan Orang Melibatkan WNI Anak Ramai Dibicarakan di Australia
-
Jumat, 25/05/2012 10:54 WIB
Komwas Demokrat Periksa Kader Penghadang Anas-Ibas
-
Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Terancam Ditutup, Tukang Gigi Kehilangan Penghasilan Rp 3 Juta/Bulan
-
Jumat, 25/05/2012 10:49 WIB
Selain Presiden dan Wapres, Menteri Juga Tak Boleh Pimpin Partai
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR Laporkan Porsche Cayenne Berpelat TNI ke Mabes
-
Jumat, 25/05/2012 09:12 WIB
Mabes Benarkan Angka Awal 9 di Mobil Merupakan Pelat Nomor Pinjaman TNI
-
Jumat, 25/05/2012 10:36 WIB
Kejagung: PNS di Batam Kirim Uang Rp 700 juta ke Rekening Dhana
-
Jumat, 25/05/2012 10:30 WIB
Mabes Polri: Izin Konser Lady Gaga Tunggu Keputusan Polda Metro
-
Jumat, 25/05/2012 09:51 WIB
'Pengepungan' di Ternate Tunjukkan Rapuhnya Kepemimpinan Anas
-
703 Komentar
-
269 Komentar
-
239 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,010.000
- Rp 2,801.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
