Minta Penabrak Anak Diadili, Azwan Mogok Makan
Selasa, 10/11/2009 12:53 WIB
Hery Winarno/detikcom
Jakarta
Sudah dua hari Indra Azwan mogok makan di depan pintu Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Pria berusia 50 tahun yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual koran ini mogok makan demi menuntut keadilan bagi penabrak anaknya 16 tahun lalu.
Saat itu, putra Azwan masih berusia 12 tahun. Bocah malang ini ditabrak hingga tewas oleh anggota Polri, Kompol JS. Hingga kini proses hukumnya belum jelas.
"Delapan kali panggilan sidang, Djoko tidak pernah hadir tanpa alasan yang jelas. Sepertinya dia dilindungi atasannya. sampai sekarang dia masih terus naik pangkat dan dapat jabatan," ujar Azwan saat ditemui detikcom, Selasa (10/11/2009).
Menurutnya, Kompol JS tidak pernah meminta maaf atau memberikan santunan apa pun. Azwan pun telah mengadu ke LBH Surabaya, Jakarta, dan Komisi Ombudsman. Tapi tetap saja masalah ini tidak digubris. Azwan pun sudah menyurati Presiden SBY namun tidak ada tanggapan.
"Lima kali saya kirim surat buat Pak Presiden ke Istana Negara, dan 1 kali ke Cikeas. Semua surat saya antar sendiri langsung. Saya juga pernah kirim surat ke Kompolnas dan Gubernur PTIK. Tapi semuanya tidak direspons sama sekali," ungkap pria asal Genuk Watu Barat, Malang, Jawa Timur, ini.
Azwan membawa spanduk besar bertuliskan 'Mogok Makan'. Dia mengaku akan mogok makan sampai Jumat. Setelah itu jika belum ada tanggapan, dia akan berpamitan pada keluarganya di Malang.
"Saya akan kembali lagi untuk mogok makan sampai mati," ujar pria sepuh ini.
(rdf/nrl)
Saat itu, putra Azwan masih berusia 12 tahun. Bocah malang ini ditabrak hingga tewas oleh anggota Polri, Kompol JS. Hingga kini proses hukumnya belum jelas.
"Delapan kali panggilan sidang, Djoko tidak pernah hadir tanpa alasan yang jelas. Sepertinya dia dilindungi atasannya. sampai sekarang dia masih terus naik pangkat dan dapat jabatan," ujar Azwan saat ditemui detikcom, Selasa (10/11/2009).
Menurutnya, Kompol JS tidak pernah meminta maaf atau memberikan santunan apa pun. Azwan pun telah mengadu ke LBH Surabaya, Jakarta, dan Komisi Ombudsman. Tapi tetap saja masalah ini tidak digubris. Azwan pun sudah menyurati Presiden SBY namun tidak ada tanggapan.
"Lima kali saya kirim surat buat Pak Presiden ke Istana Negara, dan 1 kali ke Cikeas. Semua surat saya antar sendiri langsung. Saya juga pernah kirim surat ke Kompolnas dan Gubernur PTIK. Tapi semuanya tidak direspons sama sekali," ungkap pria asal Genuk Watu Barat, Malang, Jawa Timur, ini.
Azwan membawa spanduk besar bertuliskan 'Mogok Makan'. Dia mengaku akan mogok makan sampai Jumat. Setelah itu jika belum ada tanggapan, dia akan berpamitan pada keluarganya di Malang.
"Saya akan kembali lagi untuk mogok makan sampai mati," ujar pria sepuh ini.
(rdf/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 10:51 WIB
Terancam Ditutup, Tukang Gigi Kehilangan Penghasilan Rp 3 Juta/Bulan
-
Jumat, 25/05/2012 10:49 WIB
Selain Presiden dan Wapres, Menteri Juga Tak Boleh Pimpin Partai
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR Laporkan Porsche Cayenne Berpelat TNI ke Mabes
-
Jumat, 25/05/2012 10:46 WIB
167 Siswa SMA di Yogyakarta Tidak Lulus
-
Jumat, 25/05/2012 10:38 WIB
Korupsi Pembangunan Dermaga, Eks Wali Kota Cilegon Diperiksa KPK
-
Jumat, 25/05/2012 09:12 WIB
Mabes Benarkan Angka Awal 9 di Mobil Merupakan Pelat Nomor Pinjaman TNI
-
Jumat, 25/05/2012 08:19 WIB
Jenderal Polisi di BIN Dilaporkan Aniaya 2 Anak Kandung yang Masih ABG
-
Jumat, 25/05/2012 07:19 WIB
Mabes Janji Usut Porsche Cayenne Berpelat Nomor TNI
-
Jumat, 25/05/2012 09:17 WIB
60 Anggota Resmob Polda Metro Jalani Psikotes Kepemilikan Senjata Api
-
703 Komentar
-
267 Komentar
-
239 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 894.000
- Rp 6,010.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
