Ruhut: P19 dan Kesimpulan Tim 8 Bukti Kasus Bibit - Chandra Dipaksakan
Selasa, 10/11/2009 10:32 WIB
Jakarta
Kesimpulan sementara dari Tim 8 dan pengembalian berkas oleh Kejagung ke Kepolisian (P19) membuktikan kasus Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah dipaksakan. Jika memang lemah, sebaiknya kasus ini dihentikan detik ini juga.
"Sejak kemarin Kejagung mengatakan belum jelas apakah akan P21. Buktinya sekarang P19. Bagi saya, suatu kasus jangan dipaksakan. Inilah akibatnya kalau suatu kasus dipaksakan," kata anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/11/2009).
Menurut Ruhut, kasus Bibit-Chandra ini lebih merupakan bentuk konflik antarlembaga terkait perebutan wewenang. KPK yang memiliki banyak kewenangan dinilai telah 'merebut lahan' Kepolisian dan Kejaksaan sehingga menimbulkan upaya dari kedua institusi itu untuk memperlemah KPK.
"Padahal KPK ini kan keinginan kita bersama, harus kita hormati. Demikian juga, Kejagung dan Kepolisian juga harus kita hormati. Kita sudah benar-benar muak dengan korupsi di negeri ini. Korupsilah yang menjadikan negeri ini miskin," kata politisi PD ini.
Menurut Ruhut, rekomendasi Tim 8 harus menjadi perhatian bagi Kejagung. Sebab Tim 8 merupakan bentukan Presiden yang diserahi tugas untuk menyelidiki masalah ini dan harus dihormati.
Sebagai pihak yang berwenang melakukan penuntutan, Kejagung seharusnya menghentikan kasus ini jika memang bukti-bukti yang disampaikan Kepolisan terlalu lemah. "Kalau memang kasus ini lemah, kenapa sih kalau dihentikan? Kasihan Kejaksaannya juga kalau diteruskan," kata Ruhut. (sho/nrl)
"Sejak kemarin Kejagung mengatakan belum jelas apakah akan P21. Buktinya sekarang P19. Bagi saya, suatu kasus jangan dipaksakan. Inilah akibatnya kalau suatu kasus dipaksakan," kata anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/11/2009).
Menurut Ruhut, kasus Bibit-Chandra ini lebih merupakan bentuk konflik antarlembaga terkait perebutan wewenang. KPK yang memiliki banyak kewenangan dinilai telah 'merebut lahan' Kepolisian dan Kejaksaan sehingga menimbulkan upaya dari kedua institusi itu untuk memperlemah KPK.
"Padahal KPK ini kan keinginan kita bersama, harus kita hormati. Demikian juga, Kejagung dan Kepolisian juga harus kita hormati. Kita sudah benar-benar muak dengan korupsi di negeri ini. Korupsilah yang menjadikan negeri ini miskin," kata politisi PD ini.
Menurut Ruhut, rekomendasi Tim 8 harus menjadi perhatian bagi Kejagung. Sebab Tim 8 merupakan bentukan Presiden yang diserahi tugas untuk menyelidiki masalah ini dan harus dihormati.
Sebagai pihak yang berwenang melakukan penuntutan, Kejagung seharusnya menghentikan kasus ini jika memang bukti-bukti yang disampaikan Kepolisan terlalu lemah. "Kalau memang kasus ini lemah, kenapa sih kalau dihentikan? Kasihan Kejaksaannya juga kalau diteruskan," kata Ruhut. (sho/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 10:49 WIB
Selain Presiden dan Wapres, Menteri Juga Tak Boleh Pimpin Partai
-
Jumat, 25/05/2012 10:48 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR Laporkan Porsche Cayenne Berpelat TNI ke Mabes
-
Jumat, 25/05/2012 10:46 WIB
167 Siswa SMA di Yogyakarta Tidak Lulus
-
Jumat, 25/05/2012 10:38 WIB
Korupsi Pembangunan Dermaga, Eks Wali Kota Cilegon Diperiksa KPK
-
Jumat, 25/05/2012 10:36 WIB
Kejagung: PNS di Batam Kirim Uang Rp 700 juta ke Rekening Dhana
-
Jumat, 25/05/2012 09:12 WIB
Mabes Benarkan Angka Awal 9 di Mobil Merupakan Pelat Nomor Pinjaman TNI
-
Jumat, 25/05/2012 08:19 WIB
Jenderal Polisi di BIN Dilaporkan Aniaya 2 Anak Kandung yang Masih ABG
-
Jumat, 25/05/2012 07:19 WIB
Mabes Janji Usut Porsche Cayenne Berpelat Nomor TNI
-
Jumat, 25/05/2012 09:17 WIB
60 Anggota Resmob Polda Metro Jalani Psikotes Kepemilikan Senjata Api
-
703 Komentar
-
267 Komentar
-
239 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 894.000
- Rp 6,010.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
