detikcom

Antasari Lapor Diteror

Polisi Intai Kegiatan Nasrudin dan Rhani Selama 3 Minggu

Didi Syafirdi - detikNews
Selasa, 10/11/2009 10:15 WIB
Jakarta Sidang Antasari Azhar menghadirkan Kombes Pol Chairul Anwar sebagai saksi. Chairul merupakan penanggung jawab tim yang dibentuk Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) untuk menyelidiki Nasrudin Zulkarnaen dan istri sirinya, Rhani Juliani.

Pembentukan tim ini terkait pelaporan Ketua KPK Antasari Azhar atas teror yang dilakukan Nasrudin kepada BHD. Sebelum melapor BHD, Antasari mengadu kepada Sigid Haryo Wibisono dan mantan Chairul Anwar kalau dirinya diteror oleh Nasrudin Zulkarnain.

"Sekitar bulan Desember 2008 saya pernah bertemu saudara Antasari dan saudara Sigid di rumah Sigid. Pada pertemuan itu Pak Antasari menceritakan mengenai teror yang dilakukan oleh Nasrudin," kata Chairul Anwar dalam sidang pembunuhan Nasrudin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Selasa (10/11/2009).

Dalam pertemuan itu, lanjut Chairul, Antasari menceritakan awal peneroran terjadi setelah insiden di Hotel Gran Mahakam. Antasari menyatakan kalau dirinya pernah bertemu dengan Rhani yang saat itu menawarinya bermain golf lagi di Modernland, Tangerang, Banten.

"Tiba-tiba saja pertemuan yang berjalan 20 menit mau berakhir, ketika saudara Rhani ingin keluar dari ruangan, tiba-tiba Nasrudin datang marah-marah. Baru setelah itu mulai meneror," ungkapnya.

Tidak lama setelah pertemuan dengan Sigid dan Antasari, Chairul mengaku diperintahkan Kapolri untuk menyelidikan kasus ini berdasarkan laporan Antasari atas teror Nasrudin.

"Untuk membentuk tim menyelidiki si pelaku teror. Setelah itu saya beri arahan kepada Kompol Iwan Kurniawan, Kompol Helmi Santika, AKP Muhammad Jhoni, dan AKP Finora dan saya bertindak sebagai penanggung jawab tim," jelasnya.

Menurut Chairul, penyelidikan tim kurang lebih berjalan selama 3 minggu. Dari pengintaian tersebut, tim mendapat identitas data seperti foto Nasrudin, alamat rumah, alamat kantor, kegiatan sehari-hari dan mobil yang biasa digunakan.

"Hasil penyelidikan selalu kita laporkan. Atas permintaan saudara Sigid. Kita tidak pernah melaporkan secara langsung ke Pak Antasari. Karena kita tidak punya akses langsung," ujarnya.

Jadi setiap perkembangan, tim melaporkannya ke Sigid yang saat itu Sigid mengaku saudara dari Antasari. Hingga tanggal tanggal 23 Januari, penyelidikan itu selesai.

"Saya buat laporan hasil kerja yang saya serahkan ke saudara Sigid dan Kapolri. Kapolri melalui asprinya. Setelah itu kita tidak ada lagi komunikasi," imbuhnya.

(gus/iy)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel