FH Unibraw Gelar Eksaminasi Kasus Chandra-Bibit 12 November
Selasa, 10/11/2009 07:00 WIB
Jakarta
Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang, akan menggelar eksaminasi atas kasus yang mendera Chandra M Hamzah dan Bibit Samat Rianto. Eksaminasi itu akan digelar di gedung FH Unibraw pada Kamis, 12 November mendatang.
"Karena persiapannya belum selesai, jadi hari Kamis baru kita akan gelar eksaminasi ini," kata dosen FH Unibraw, Dr Ibnu Tri Cahyo, kepada detikcom, Selasa (10/11/2009).
Diskusi tersebut rencananya akan dihadiri oleh Kajati Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, perguruan tinggi dan advokat. Dalam diskusi tersebut, kata dia, akan dibahas mengenai kasus dari sisi akademik.
"Kita ingin membahas kasus yang sudah dibuka oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan juga Tim 8, kita ingin merangkainya dari sisi akademik apa yang harus dilakukan oleh pemerintah. Karena informasi yang berkembang sangat banyak dan tidak nyambung," katanya.
Ibnu berpendapat, perlu adanya reformasi di tubuh penegak hukum baik Polri maupun Kejaksaan. "Perubahan pada sistem sehingga tidak terulang lagi. Saya kira fenomena mafia peradilan akan terjadi hingga di tingkat global," jelasnya.
Ibnu menilai, Indonesia telah memiliki beberapa badan khusus untuk mengawasi kinerja lembaga hukum. Namun, dalam kenyataannya kinerja badan tersebut tidak efektif.
"Kita sudah bentuk komisi kejaksaan, komisi kepolisian tidak efektif, komisi yudisial semuanya tidak efektif untuk merubah citra," tandasnya. (mei/ape)
"Karena persiapannya belum selesai, jadi hari Kamis baru kita akan gelar eksaminasi ini," kata dosen FH Unibraw, Dr Ibnu Tri Cahyo, kepada detikcom, Selasa (10/11/2009).
Diskusi tersebut rencananya akan dihadiri oleh Kajati Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, perguruan tinggi dan advokat. Dalam diskusi tersebut, kata dia, akan dibahas mengenai kasus dari sisi akademik.
"Kita ingin membahas kasus yang sudah dibuka oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan juga Tim 8, kita ingin merangkainya dari sisi akademik apa yang harus dilakukan oleh pemerintah. Karena informasi yang berkembang sangat banyak dan tidak nyambung," katanya.
Ibnu berpendapat, perlu adanya reformasi di tubuh penegak hukum baik Polri maupun Kejaksaan. "Perubahan pada sistem sehingga tidak terulang lagi. Saya kira fenomena mafia peradilan akan terjadi hingga di tingkat global," jelasnya.
Ibnu menilai, Indonesia telah memiliki beberapa badan khusus untuk mengawasi kinerja lembaga hukum. Namun, dalam kenyataannya kinerja badan tersebut tidak efektif.
"Kita sudah bentuk komisi kejaksaan, komisi kepolisian tidak efektif, komisi yudisial semuanya tidak efektif untuk merubah citra," tandasnya. (mei/ape)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Foto Lain
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 10:38 WIB
Korupsi Pembangunan Dermaga, Eks Wali Kota Cilegon Diperiksa KPK
-
Jumat, 25/05/2012 10:35 WIB
Bus Umum Mirip TransJ Nantinya Boleh Lewat Busway
-
Jumat, 25/05/2012 10:30 WIB
Mabes Polri: Izin Konser Lady Gaga Tunggu Keputusan Polda Metro
-
Jumat, 25/05/2012 10:30 WIB
Dua Mantan Anggota Dewan Diperiksa untuk Anggoro
-
Jumat, 25/05/2012 10:28 WIB
2 Pistol Milik Jenderal BIN Diserahkan Anaknya ke Mabes Polri
-
Jumat, 25/05/2012 09:12 WIB
Mabes Benarkan Angka Awal 9 di Mobil Merupakan Pelat Nomor Pinjaman TNI
-
Jumat, 25/05/2012 08:19 WIB
Jenderal Polisi di BIN Dilaporkan Aniaya 2 Anak Kandung yang Masih ABG
-
Jumat, 25/05/2012 07:19 WIB
Mabes Janji Usut Porsche Cayenne Berpelat Nomor TNI
-
Jumat, 25/05/2012 08:03 WIB
Sekolah Harus Bisa Cegah Siswa Corat Coret Baju Rayakan Kelulusan
-
703 Komentar
-
267 Komentar
-
239 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 894.000
- Rp 6,010.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
