Kasus Bibit dan Chandra
Bonaran: Sangat Berpihak, Kesimpulan Tim 8 Sudah Diprediksi
Senin, 09/11/2009 21:08 WIB
Bonaran Situmeang
Jakarta
Pengacara Anggodo Widjojo, Bonaran Situmeang menilai kesimpulan Tim 8 terhadap kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah sangat berpihak. Bonaran pun tidak kaget apabila kesimpulan Tim 8 membela KPK.
"Keberpihakan Tim 8 terhadap KPK sangat terasa sekali, saya melihat ini sangat heran tapi saya nggak kaget sudah sejak awal saya perkirakan," kata Bonaran saat dihubungi melalui telepon di Jakarta, Senin (9/11/2009).
Bonaran menilai, Tim 8 terlalu kentara menunjukkan keberpihakannya. Padahal sesuai dengan mandat yang diberikan, Tim 8 bertugas secara independen.
"Saya harap presiden tidak menerima rekomendasi itu. Tim 8 itu kan independen tapi keberpihakan Buyung sudah sejak awal. Contohnya, supaya Bibit dan Chandra dibebaskan," jelasnya.
Bonaran mengklaim, berdasarkan keterangan penyidik, bukti dan fakta telah didapatkan untuk menjerat dua pimpinan KPK tersebut. Namun, menurut Bonaran, mengapa Buyung Cs malah ngotot minta agar Bibit dan Chandra dibebaskan.
"Ada apa? Apakah karena persoalan kasus anaknya (Buyung) yang dipetieskan oleh KPK soal impor sapi fiktif di Departemen Sosial tahun 2006? Saya sudah laporkan ini ke Presiden," tudingnya.
Sementara Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan KPK pernah melakukan penyelidikan di Departemen Sosial pada tahun 2007. Namun kasus tersebut berkaitan dengan mesin jahit dan impor sapi fiktif.
(ape/ndr)
"Keberpihakan Tim 8 terhadap KPK sangat terasa sekali, saya melihat ini sangat heran tapi saya nggak kaget sudah sejak awal saya perkirakan," kata Bonaran saat dihubungi melalui telepon di Jakarta, Senin (9/11/2009).
Bonaran menilai, Tim 8 terlalu kentara menunjukkan keberpihakannya. Padahal sesuai dengan mandat yang diberikan, Tim 8 bertugas secara independen.
"Saya harap presiden tidak menerima rekomendasi itu. Tim 8 itu kan independen tapi keberpihakan Buyung sudah sejak awal. Contohnya, supaya Bibit dan Chandra dibebaskan," jelasnya.
Bonaran mengklaim, berdasarkan keterangan penyidik, bukti dan fakta telah didapatkan untuk menjerat dua pimpinan KPK tersebut. Namun, menurut Bonaran, mengapa Buyung Cs malah ngotot minta agar Bibit dan Chandra dibebaskan.
"Ada apa? Apakah karena persoalan kasus anaknya (Buyung) yang dipetieskan oleh KPK soal impor sapi fiktif di Departemen Sosial tahun 2006? Saya sudah laporkan ini ke Presiden," tudingnya.
Sementara Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan KPK pernah melakukan penyelidikan di Departemen Sosial pada tahun 2007. Namun kasus tersebut berkaitan dengan mesin jahit dan impor sapi fiktif.
(ape/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 10:38 WIB
Korupsi Pembangunan Dermaga, Eks Wali Kota Cilegon Diperiksa KPK
-
Jumat, 25/05/2012 10:35 WIB
Bus Umum Mirip TransJ Nantinya Boleh Lewat Busway
-
Jumat, 25/05/2012 10:30 WIB
Mabes Polri: Izin Konser Lady Gaga Tunggu Keputusan Polda Metro
-
Jumat, 25/05/2012 10:30 WIB
Dua Mantan Anggota Dewan Diperiksa untuk Anggoro
-
Jumat, 25/05/2012 10:28 WIB
2 Pistol Milik Jenderal BIN Diserahkan Anaknya ke Mabes Polri
-
Jumat, 25/05/2012 09:12 WIB
Mabes Benarkan Angka Awal 9 di Mobil Merupakan Pelat Nomor Pinjaman TNI
-
Jumat, 25/05/2012 08:19 WIB
Jenderal Polisi di BIN Dilaporkan Aniaya 2 Anak Kandung yang Masih ABG
-
Jumat, 25/05/2012 07:19 WIB
Mabes Janji Usut Porsche Cayenne Berpelat Nomor TNI
-
Jumat, 25/05/2012 08:03 WIB
Sekolah Harus Bisa Cegah Siswa Corat Coret Baju Rayakan Kelulusan
-
702 Komentar
-
265 Komentar
-
239 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 572.000
- Rp 6,010.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
