Rieke Oneng Minta Menkes Jujur dengan Komisi IX
Senin, 09/11/2009 17:53 WIB
Jakarta
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedianingsih mengakui dalam rapat kerja dengan Komisi IX yang tertunda disebabkan karena dirinya belum siap. Menkes diminta untuk terbuka dan jujur dalam kerjasamanya dengan Komisi IX.
"Alasan resmi ibu kan menghadap presiden. Kemudian kami mendapat kabar ibu hadir di pameran rumah sakit di JHCC. Rasanya kita perlu keterbukaan dan kejujuran dari awal kerjasama kita," ujar anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka dalam Raker di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2009).
Wanita yang terkenal dengan nama Oneng ini juga bertanya mengenai Namru. Menurut Oneng, rencana Depkes akan membentuk sebuah komisi tentang virus, apakah masih ada kaitannya dengan kerjasama Amerika-Indonesia
"Ibu mengatakan kerjasama dengan Amerika dilanjutkan tapi namanya bukan Namru, bentuk kerjasamanya seperti apa," tanya Rieke.
Politisi dari PDIP ini menyampaikan lima rekomendasi kepada Endang. Pertama, meminta kebijakan 100 hari jangan hanya menjadi macan kertas. Kedua, Menkes harus segera melakukan singkronisasi semua kebijakan dari daerah sampai pusat.
"Ketiga, Menkes harus jelaskan sampel darah yang diambil di daerah tanpa prosedur yang jelas," paparnya.
Keempat, penelitian yang dilakukan dengan pihak asing harus didorong jangan hanya dari pihak AS, tapi dengan negara lain seperti China, India, Srilanka dan Amerika Selatan. "Kelima, saya minta Namru diaudit. Hal itu dilakukan sebagai landasan kerja sama dengan pihak asing," tandasnya.
(mpr/yid)
"Alasan resmi ibu kan menghadap presiden. Kemudian kami mendapat kabar ibu hadir di pameran rumah sakit di JHCC. Rasanya kita perlu keterbukaan dan kejujuran dari awal kerjasama kita," ujar anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka dalam Raker di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2009).
Wanita yang terkenal dengan nama Oneng ini juga bertanya mengenai Namru. Menurut Oneng, rencana Depkes akan membentuk sebuah komisi tentang virus, apakah masih ada kaitannya dengan kerjasama Amerika-Indonesia
"Ibu mengatakan kerjasama dengan Amerika dilanjutkan tapi namanya bukan Namru, bentuk kerjasamanya seperti apa," tanya Rieke.
Politisi dari PDIP ini menyampaikan lima rekomendasi kepada Endang. Pertama, meminta kebijakan 100 hari jangan hanya menjadi macan kertas. Kedua, Menkes harus segera melakukan singkronisasi semua kebijakan dari daerah sampai pusat.
"Ketiga, Menkes harus jelaskan sampel darah yang diambil di daerah tanpa prosedur yang jelas," paparnya.
Keempat, penelitian yang dilakukan dengan pihak asing harus didorong jangan hanya dari pihak AS, tapi dengan negara lain seperti China, India, Srilanka dan Amerika Selatan. "Kelima, saya minta Namru diaudit. Hal itu dilakukan sebagai landasan kerja sama dengan pihak asing," tandasnya.
(mpr/yid)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 10:30 WIB
Mabes Polri: Izin Konser Lady Gaga Tunggu Keputusan Polda Metro
-
Jumat, 25/05/2012 10:28 WIB
2 Pistol Milik Jenderal BIN Diserahkan Anaknya ke Mabes Polri
-
Jumat, 25/05/2012 10:27 WIB
Gunung Dukono di Maluku Utara Meletus, Abu Vulkanik Jatuh di Tobelo
-
Jumat, 25/05/2012 09:51 WIB
'Pengepungan' di Ternate Tunjukkan Rapuhnya Kepemimpinan Anas
-
Jumat, 25/05/2012 09:49 WIB
Polisi Usut Insiden Anarkis Terkait Ibas & Anas di Ternate
-
Jumat, 25/05/2012 09:12 WIB
Mabes Benarkan Angka Awal 9 di Mobil Merupakan Pelat Nomor Pinjaman TNI
-
Jumat, 25/05/2012 08:19 WIB
Jenderal Polisi di BIN Dilaporkan Aniaya 2 Anak Kandung yang Masih ABG
-
Jumat, 25/05/2012 07:19 WIB
Mabes Janji Usut Porsche Cayenne Berpelat Nomor TNI
-
Jumat, 25/05/2012 08:03 WIB
Sekolah Harus Bisa Cegah Siswa Corat Coret Baju Rayakan Kelulusan
-
702 Komentar
-
265 Komentar
-
239 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 894.000
- Rp 6,010.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
