Kasus Bibit & Chandra
Jampidsus: Jaksa Tak Ingin Terjebak Konflik KPK Vs Polri
Senin, 09/11/2009 15:16 WIB
Jakarta
Kasus Wakil Ketua KPK nonaktif Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto telah membawa KPK dan Polri ke dalam perseteruan tajam. Namun jaksa sebagai penuntut tidak ingin terjebak dalam konflik tersebut.
"Saya minta teman-teman jaksa agar profesional. Kita melepaskan semua permasalahan, misalnya konflik KPK polisi. Kita tidak ingin terjebak dalam soal itu," kata Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Marwan Effendy dalam rapat kerja antar Komisi III DPR dengan Jaksa Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2009).
Marwan keberatan terhadap anggapan bahwa lembaganya terlibat konspirasi dengan Polri untuk memenjarakan Chandra dan Bibit. Kejaksaan akan menangani kasus ini secara obyektif, profesional dan proporsional.
"Jangan kamu membenarkan yang salah, karena itu akan dekat dengan api neraka. Jangan kamu menyalahkan yang benar, salah juga itu," kata Marwan sambil mengutip salah satu ayat dalam kitab suci Al Quran.
Menurut mantan kandidat pimpinan KPK ini, tugas jaksa adalah meneliti berkas perkara apakah sudah lengkap atau belum. Namun, dalam menangani berkas Chandra dan Bibit, pihaknya lebih berhati-hati.
"Ini sebetulnya perkara biasa, tapi tersangkanya biasa. Andaikata tersangkanya bukan oknum KPK, nggak ada gaungnya ini. Tapi walaupun demikian kita akan bertindak profesional juga. Kita berhati-hati supaya tidak dianggap ada konspirasi antara penyidik dan penuntut umum," tandasnya.
(irw/asy)
"Saya minta teman-teman jaksa agar profesional. Kita melepaskan semua permasalahan, misalnya konflik KPK polisi. Kita tidak ingin terjebak dalam soal itu," kata Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Marwan Effendy dalam rapat kerja antar Komisi III DPR dengan Jaksa Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2009).
Marwan keberatan terhadap anggapan bahwa lembaganya terlibat konspirasi dengan Polri untuk memenjarakan Chandra dan Bibit. Kejaksaan akan menangani kasus ini secara obyektif, profesional dan proporsional.
"Jangan kamu membenarkan yang salah, karena itu akan dekat dengan api neraka. Jangan kamu menyalahkan yang benar, salah juga itu," kata Marwan sambil mengutip salah satu ayat dalam kitab suci Al Quran.
Menurut mantan kandidat pimpinan KPK ini, tugas jaksa adalah meneliti berkas perkara apakah sudah lengkap atau belum. Namun, dalam menangani berkas Chandra dan Bibit, pihaknya lebih berhati-hati.
"Ini sebetulnya perkara biasa, tapi tersangkanya biasa. Andaikata tersangkanya bukan oknum KPK, nggak ada gaungnya ini. Tapi walaupun demikian kita akan bertindak profesional juga. Kita berhati-hati supaya tidak dianggap ada konspirasi antara penyidik dan penuntut umum," tandasnya.
(irw/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 09:49 WIB
Polisi Usut Insiden Anarkis Terkait Ibas & Anas di Ternate
-
Jumat, 25/05/2012 09:48 WIB
Minimarket di Cikarang Dirampok, Satu Pelaku Ditangkap
-
Jumat, 25/05/2012 09:42 WIB
TNI Tak Tampik Kemungkinan Porsche Cayenne Pakai Nomor Palsu
-
Jumat, 25/05/2012 09:17 WIB
60 Anggota Resmob Polda Metro Jalani Psikotes Kepemilikan Senjata Api
-
Jumat, 25/05/2012 09:12 WIB
Mabes Benarkan Angka Awal 9 di Mobil Merupakan Pelat Nomor Pinjaman TNI
-
Jumat, 25/05/2012 09:12 WIB
Mabes Benarkan Angka Awal 9 di Mobil Merupakan Pelat Nomor Pinjaman TNI
-
Jumat, 25/05/2012 07:19 WIB
Mabes Janji Usut Porsche Cayenne Berpelat Nomor TNI
-
Jumat, 25/05/2012 08:19 WIB
Jenderal Polisi di BIN Dilaporkan Aniaya 2 Anak Kandung yang Masih ABG
-
Jumat, 25/05/2012 08:03 WIB
Sekolah Harus Bisa Cegah Siswa Corat Coret Baju Rayakan Kelulusan
-
702 Komentar
-
265 Komentar
-
239 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 894.000
- Rp 572.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
