Dukung KPK, Mahasiswa Yogya Arak 'Buaya' ke DPRD
Senin, 09/11/2009 13:32 WIB
dok detikcom
Yogyakarta
Aksi mendukung KPK masih berlangsung di Yogyakarta. Ratusan orang mahasiswa mendatangi gedung DPRD DIY saat pelantikan ketua dan wakil ketua DPRD DIY. Mereka meminta anggota dewan melakukan kontrak politik mendukung gerakan antikorupsi.
Ratusan mahasiswa tersebut terdiri dari Aliansi Kaum Muda Islam Yogyakarta, gabungan anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY, HMI MPO Cabang Yogyakarta dan Pelajar Islam Indonesia (PII) Yogyakarta. Mereka menggelar aksi di gedung DPRD DIY, di depan pintu kantor Gubernur DIY di Kepatihan dan di sepanjang kawasan Malioboro, Senin (9/11/2009).
Aksi dimulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali menuju gedung DPRD DIY yang berjarak sekitar 500 meter. Aksi ini mendapat pengwalan ketat aparat Poltabes Yogyakarta. Sebab di gedung dewan sedang berlangsung acara pelantikan ketua dan wakil ketua DPRD DIY yang dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Muspida DIY.
Selain membawa poster, spanduk dan bendera masing-masing organisasi, massa juga membawa sebuah boneka buaya. Boneka itu ditempat di depan barisan massa. Beberapa demonstran mengenakan topeng anggota Komisi III DPR RI.
Aparat melakukan penghadangan saat massa mencoba masuk ke halaman gedung dewan. Koordinator aksi, Anang, dari DPD IMM DIY kemudian menemui staf sekretariat dewan. Dia meminta izin masuk untuk bertemu dengan Sultan dan ketua dan wakil ketua dewan. Namun massa baru diizinkan masuk setelah acara selesai. Mereka kemudian menggelar orasi di depan pintu gerbang yang dijaga ketat aparat.
Anang dalam orasinya menyatakan, para mahasiswa prihatin atas kemelut yang terjadi pada tiga aparat penegak hukum Indonesia yakni polisi, kejaksaan, dan KPK. Karena itu harus ada reformasi institusi penegak hukum agar Indonesia benar-benar bebas dari mafia peradilan.
"Berantas mafia peradilan beserta markus-markus (makelar kasus) yang masih bergentayangan," ungkap Anang.
Para mahasiswa juga menuntut Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri di copot, mendesak Polri berada di bawah Depdagri dan kejaksaan di bawah Depkumham.
"Kita juga jangan lengah dengan kasus KPK saat ini. Sebab masih ada kasus yang harus diusut tuntas yakni kasus Bank Cantury," kata Anang mengingatkan.
Massa tidak bisa bertemu dengan Sultan karena telah meninggalkan gedung DPRD DIY. Mereka hanya ditemui oleh Ketua DPRD DIY, Yoeke Indra dan wakil ketua DPRD lainnya di teras lobi gedung dewan.
(bgs/djo)
Ratusan mahasiswa tersebut terdiri dari Aliansi Kaum Muda Islam Yogyakarta, gabungan anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY, HMI MPO Cabang Yogyakarta dan Pelajar Islam Indonesia (PII) Yogyakarta. Mereka menggelar aksi di gedung DPRD DIY, di depan pintu kantor Gubernur DIY di Kepatihan dan di sepanjang kawasan Malioboro, Senin (9/11/2009).
Aksi dimulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali menuju gedung DPRD DIY yang berjarak sekitar 500 meter. Aksi ini mendapat pengwalan ketat aparat Poltabes Yogyakarta. Sebab di gedung dewan sedang berlangsung acara pelantikan ketua dan wakil ketua DPRD DIY yang dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Muspida DIY.
Selain membawa poster, spanduk dan bendera masing-masing organisasi, massa juga membawa sebuah boneka buaya. Boneka itu ditempat di depan barisan massa. Beberapa demonstran mengenakan topeng anggota Komisi III DPR RI.
Aparat melakukan penghadangan saat massa mencoba masuk ke halaman gedung dewan. Koordinator aksi, Anang, dari DPD IMM DIY kemudian menemui staf sekretariat dewan. Dia meminta izin masuk untuk bertemu dengan Sultan dan ketua dan wakil ketua dewan. Namun massa baru diizinkan masuk setelah acara selesai. Mereka kemudian menggelar orasi di depan pintu gerbang yang dijaga ketat aparat.
Anang dalam orasinya menyatakan, para mahasiswa prihatin atas kemelut yang terjadi pada tiga aparat penegak hukum Indonesia yakni polisi, kejaksaan, dan KPK. Karena itu harus ada reformasi institusi penegak hukum agar Indonesia benar-benar bebas dari mafia peradilan.
"Berantas mafia peradilan beserta markus-markus (makelar kasus) yang masih bergentayangan," ungkap Anang.
Para mahasiswa juga menuntut Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri di copot, mendesak Polri berada di bawah Depdagri dan kejaksaan di bawah Depkumham.
"Kita juga jangan lengah dengan kasus KPK saat ini. Sebab masih ada kasus yang harus diusut tuntas yakni kasus Bank Cantury," kata Anang mengingatkan.
Massa tidak bisa bertemu dengan Sultan karena telah meninggalkan gedung DPRD DIY. Mereka hanya ditemui oleh Ketua DPRD DIY, Yoeke Indra dan wakil ketua DPRD lainnya di teras lobi gedung dewan.
(bgs/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
