Ramai di Media Asing
KPK vs Polri: Krisis Pertama SBY di Awal Masa Jabatan Kedua
Senin, 09/11/2009 12:45 WIB
Jakarta
Bulan lalu The Economist menulis tentang Indonesia. Presiden SBY disanjung-sanjung. Indonesia disebut sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang sehat. Karena artikel yang positif ini, majalah bertiras lebih 1,2 juta itu sempat diborong dan dibagikan pada hadirin saat SBY bertandang ke Boston, AS, bulan lalu.
Namun kini, media berpengaruh itu menulis lagi dan SBY disebut dalam kondisi kritis. Artikel terbaru media itu bertajuk "Yudhoyono: second term, first crisis".
Ini seharusnya menjadi bulan madu kedua Presiden SBY. Demikian The Economist mengawali tulisannya. Dilantik bulan lalu setelah kemenangan mutlaknya dalam pilpres, SBY seharusnya menikmati poularitas internasional dan bersiap untuk pertemuan tingkat tinggi regional di Singapura. Namun SBY malah dihadapkan pada skandal politik yang melibatkan KPK, kepolisian dan kejaksaan agung.
Masih menurut The Economist, skandal ini menenggelamkan rencana-rencana SBY untuk reformasi ekonomi serta mengurangi optimisme menyusul terpilihnya kembali SBY.
Skandal ini bisa melumpuhkan agenda pemerintahan SBY. Ada yang menganggap skandal tersebut memperlihatkan bagaimana kepolisian dan Kejaksaan Agung sangat membutuhkan reformasi serius. Parahnya lagi, skandal tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan-kebiasaan buruk rezim Soeharto masih menghantui Indonesia.
Setelah membentuk Tim 8 untuk menyelidiki skandal tersebut, SBY berjanji akan mempertahankan supremasi hukum. Namun menurut The Economist, masih belum jelas apakah SBY memahami beratnya krisis ini. Apalagi SBY dikenal akan kesediaannya untuk berbagi keuntungan politik dan preferensi untuk konsensus. Dalam kasus ini, publik ingin melihat SBY mengatasi dan menyingkirkan kebusukan dalam kerangka hukum Indonesia.
Media-media asing lainnya juga menyoroti skandal ini. Di antaranya Wall Street Journal juga mengangkat skandal politik ini dengan judul: "Tapes of Alleged High-Level Conspiracy Electrify Indonesia". Koran The New York Times dengan judul: "Indonesia Officials Resign in Graft Scandal". Adapun BBC Radio Australia mengangkat judul "Public anger over conspiracy to undermine Indonesia's corruption watch". Bahkan media Asia Times menulis judul: "Corruption bomb explodes in Indonesia".
(ita/nrl)
Namun kini, media berpengaruh itu menulis lagi dan SBY disebut dalam kondisi kritis. Artikel terbaru media itu bertajuk "Yudhoyono: second term, first crisis".
Ini seharusnya menjadi bulan madu kedua Presiden SBY. Demikian The Economist mengawali tulisannya. Dilantik bulan lalu setelah kemenangan mutlaknya dalam pilpres, SBY seharusnya menikmati poularitas internasional dan bersiap untuk pertemuan tingkat tinggi regional di Singapura. Namun SBY malah dihadapkan pada skandal politik yang melibatkan KPK, kepolisian dan kejaksaan agung.
Masih menurut The Economist, skandal ini menenggelamkan rencana-rencana SBY untuk reformasi ekonomi serta mengurangi optimisme menyusul terpilihnya kembali SBY.
Skandal ini bisa melumpuhkan agenda pemerintahan SBY. Ada yang menganggap skandal tersebut memperlihatkan bagaimana kepolisian dan Kejaksaan Agung sangat membutuhkan reformasi serius. Parahnya lagi, skandal tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan-kebiasaan buruk rezim Soeharto masih menghantui Indonesia.
Setelah membentuk Tim 8 untuk menyelidiki skandal tersebut, SBY berjanji akan mempertahankan supremasi hukum. Namun menurut The Economist, masih belum jelas apakah SBY memahami beratnya krisis ini. Apalagi SBY dikenal akan kesediaannya untuk berbagi keuntungan politik dan preferensi untuk konsensus. Dalam kasus ini, publik ingin melihat SBY mengatasi dan menyingkirkan kebusukan dalam kerangka hukum Indonesia.
Media-media asing lainnya juga menyoroti skandal ini. Di antaranya Wall Street Journal juga mengangkat skandal politik ini dengan judul: "Tapes of Alleged High-Level Conspiracy Electrify Indonesia". Koran The New York Times dengan judul: "Indonesia Officials Resign in Graft Scandal". Adapun BBC Radio Australia mengangkat judul "Public anger over conspiracy to undermine Indonesia's corruption watch". Bahkan media Asia Times menulis judul: "Corruption bomb explodes in Indonesia".
(ita/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
