Anak 2 Tahun Alami Kondisi Langka, Menangis Berisiko Meninggal
Senin, 09/11/2009 10:15 WIB
Tianna (news.com.au)
Sydney
Anak-anak menangis, itu hal biasa. Tapi tidak bagi anak perempuan asal Australia ini. Orangtua Tianna Lewis McHugh berupaya keras supaya buah hati mereka tidak menangis. Sebab hal itu bisa merenggut nyawanya!
Tianna menderita kondisi langka yang mana air mata bisa memicu serangan fatal. Tianna terlihat seperti akan meninggal jika dirinya mengalami serangan Reflex Anoxic Seizure (RAS). Orangtua bocah berusia 2 tahun itu, Ceri Lewis dan Andy McHugh, setiap hari dihadapkan pada perjuangan untuk menjaga agar Tianna tidak menangis.
Karena kondisi RAS yang dideritanya, maka tiap kali Tianna menangis maka kulitnya akan pucat-pasi, tubuhnya mengeras, jantungnya berhenti berdetak. Bahkan dia juga akan berhenti bernafas.
Tianna didiagnosa menderita kondisi langka tersebut ada usia 18 bulan. Hingga kini dia telah 10 kali selamat dari serangan. Pemicu serangan tersebut semata-mata karena dia menangis.
"Saat dia mengalami serangan, dia berhenti bernafas dan kelihatan meninggal karena tubuhnya mengeras. Saya pikir dia meninggal," kata ibu Tianna, Ceri (23), seorang resepsionis hotel dari Wrexham, North Wales.
Tianna terakhir kali mengalami serangan pada Juli lalu. "Saat dia mengalami serangan, itu mengerikan," kata ayah Tianna, Andy seperti dilansir News.com.au, Senin (9/11/2009).
Meski kondisi yang dideritanya, Tianna tumbuh menjadi anak yang cerdas. "Dia berkembang sangat baik untuk seusianya," kata Andy.
(ita/iy)
Tianna menderita kondisi langka yang mana air mata bisa memicu serangan fatal. Tianna terlihat seperti akan meninggal jika dirinya mengalami serangan Reflex Anoxic Seizure (RAS). Orangtua bocah berusia 2 tahun itu, Ceri Lewis dan Andy McHugh, setiap hari dihadapkan pada perjuangan untuk menjaga agar Tianna tidak menangis.
Karena kondisi RAS yang dideritanya, maka tiap kali Tianna menangis maka kulitnya akan pucat-pasi, tubuhnya mengeras, jantungnya berhenti berdetak. Bahkan dia juga akan berhenti bernafas.
Tianna didiagnosa menderita kondisi langka tersebut ada usia 18 bulan. Hingga kini dia telah 10 kali selamat dari serangan. Pemicu serangan tersebut semata-mata karena dia menangis.
"Saat dia mengalami serangan, dia berhenti bernafas dan kelihatan meninggal karena tubuhnya mengeras. Saya pikir dia meninggal," kata ibu Tianna, Ceri (23), seorang resepsionis hotel dari Wrexham, North Wales.
Tianna terakhir kali mengalami serangan pada Juli lalu. "Saat dia mengalami serangan, itu mengerikan," kata ayah Tianna, Andy seperti dilansir News.com.au, Senin (9/11/2009).
Meski kondisi yang dideritanya, Tianna tumbuh menjadi anak yang cerdas. "Dia berkembang sangat baik untuk seusianya," kata Andy.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 11:57 WIB
Pria Korban Penganiayaan Ditemukan Tewas di Tambak
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 10:39 WIB
Isu Pencapresan Ani Yudhoyono Tunjukkan PD Tak Solid
-
Sabtu, 26/05/2012 10:38 WIB
Presiden SBY Jalan Santai di Borobudur
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:32 WIB
Ini Kronologi Penembakan 2 Satpam IPB oleh Maling Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:22 WIB
SBY Diyakini Akan Pegang Ucapannya, Ani Yudhoyono Tak Akan Maju di 2014
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
