Buyung: Kasus Chandra & Bibit Dibawa ke Pengadilan Buat Apa?
Minggu, 08/11/2009 14:51 WIB
Jakarta
Tim 8 menilai missing link aliran dana dari tersangka Ari Muladi ke oknum pimpinan KPK sangat fatal. Karena itu, tim berpendapat bahwa kasus penyalahgunaan wewenang dan pemerasan yang menjerat Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto itu akan sia-sia bila diteruskan hingga ke pengadilan.
"Kalau dibawa ke pengadilan buat apa? Buang waktu, tenaga, dan pikiran," kata Ketua Tim 8, Adnan Buyung Nasution, saat ditemui di Kantor Watimpres, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2009).
Bila sampai ke persidangan, lanjut Buyung, sama saja dengan mengecoh masyarakat. Chandra dan Bibit sendiri juga akan merasa tersiksa.
Ditanya wartawan apakah dengan demikian sebaiknya perkara ini dihentikan (SP3), Buyung belum mau berkomentar. "Ya, kamu yang jawab itu. Kamu yang bilang itu," kata dia kemudian tertawa.
Menurutnya, tim bisa mengambil kebijakan apakah perkara Chandra dan Bibit ini perlu diteruskan ke pengadilan atau tidak dalam sisa waktu pemeriksaan yang ada. Namun, untuk membongkar adanya rekayasa dalam kasus dua pimpinan KPK itu, perlu waktu panjang.
"Untuk membongkar seluruh perkara dan bagaimana membenahi negara hukum kita, membenahi kembali apatur kita baik polisi, jaksa, hakim maupun KPK saya kita belum cukup. Masih butuh panjang lagi," tandas pria berambut putih tersebut.
(irw/nrl)
"Kalau dibawa ke pengadilan buat apa? Buang waktu, tenaga, dan pikiran," kata Ketua Tim 8, Adnan Buyung Nasution, saat ditemui di Kantor Watimpres, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Minggu (8/11/2009).
Bila sampai ke persidangan, lanjut Buyung, sama saja dengan mengecoh masyarakat. Chandra dan Bibit sendiri juga akan merasa tersiksa.
Ditanya wartawan apakah dengan demikian sebaiknya perkara ini dihentikan (SP3), Buyung belum mau berkomentar. "Ya, kamu yang jawab itu. Kamu yang bilang itu," kata dia kemudian tertawa.
Menurutnya, tim bisa mengambil kebijakan apakah perkara Chandra dan Bibit ini perlu diteruskan ke pengadilan atau tidak dalam sisa waktu pemeriksaan yang ada. Namun, untuk membongkar adanya rekayasa dalam kasus dua pimpinan KPK itu, perlu waktu panjang.
"Untuk membongkar seluruh perkara dan bagaimana membenahi negara hukum kita, membenahi kembali apatur kita baik polisi, jaksa, hakim maupun KPK saya kita belum cukup. Masih butuh panjang lagi," tandas pria berambut putih tersebut.
(irw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 09:49 WIB
Polisi Usut Insiden Anarkis Terkait Ibas & Anas di Ternate
-
Jumat, 25/05/2012 09:48 WIB
Minimarket di Cikarang Dirampok, Satu Pelaku Ditangkap
-
Jumat, 25/05/2012 09:42 WIB
TNI Tak Tampik Kemungkinan Porsche Cayenne Pakai Nomor Palsu
-
Jumat, 25/05/2012 09:17 WIB
60 Anggota Resmob Polda Metro Jalani Psikotes Kepemilikan Senjata Api
-
Jumat, 25/05/2012 09:12 WIB
Mabes Benarkan Angka Awal 9 di Mobil Merupakan Pelat Nomor Pinjaman TNI
-
Jumat, 25/05/2012 09:12 WIB
Mabes Benarkan Angka Awal 9 di Mobil Merupakan Pelat Nomor Pinjaman TNI
-
Jumat, 25/05/2012 07:19 WIB
Mabes Janji Usut Porsche Cayenne Berpelat Nomor TNI
-
Jumat, 25/05/2012 08:19 WIB
Jenderal Polisi di BIN Dilaporkan Aniaya 2 Anak Kandung yang Masih ABG
-
Jumat, 25/05/2012 08:03 WIB
Sekolah Harus Bisa Cegah Siswa Corat Coret Baju Rayakan Kelulusan
-
702 Komentar
-
264 Komentar
-
239 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 894.000
- Rp 572.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
