Tim 8 Tak Bantah Testimoni Antasari di Bawah Tekanan
Minggu, 08/11/2009 01:00 WIB
Jakarta
Ketuta Tim 8 Adnan Buyung Nasution tidak membantah jika testimoni yang dibuat oleh mantan Ketua KPK Antasari Azhar berada di bawah tekanan. Namun Buyung tidak mengiyakan soal dugaan adanya tekanan tersebut.
“Itu akan kita dalami,” kata Buyung singkat saat ditanya tentang kemungkinan adanya tekanan terhadap pembuatan testimoni Antasari.
Hal tersebut dia sampaikan usai melakukan gelar perkara dengan Polri dan Kejaksaan Agung di gedung Wantimpres, Jl Veteran, Jakarta, Sabtu (7/11/2009) malam.
“Nggak usah dikasih tahu semua sekarang,” ujar Buyung tanpa menjelaskan maksud perkataannya itu.
Dalam pertemuannya dengan Antasari, Tim 8 banyak bertanya tentang asal muasal perkara sehingga menyebabkan status tersangka terhadap Bibit S Rianto dan Chandra Hamzah hingga akhirnya mereka dijebloskan ke dalam tahanan.
“Pemeriksaan belum selesai. Karena dia sudah datang maka kita mendengarkan sebentar. Tadi dijelaskan bagaimana asal muasal adanya pemeriksaan orang-orang KPK,” jelas pria berambut putih ini menjelaskan.
Buyung dan anggota tim lain juga mempertanyakan kenapa Bibit dan Chandra dijadikan sebagai tersangka padahal kasus yang sedang dialami oleh Antasari adalah kasus pembunuhan.
“Dia (Antasari) kan ditangkap karena pembunuhan. Bagaimana bisa Bibit dan Chandra juga bisa tersangkut,” Tanya Buyung.
Untuk lebih memperdalam lagi, lanjut Buyung, besok sekitar pukul 13.00 WIB, Antasari akan dipanggil untuk menjalani 'pemeriksaan' lanjutan.
(anw/lrn)
“Itu akan kita dalami,” kata Buyung singkat saat ditanya tentang kemungkinan adanya tekanan terhadap pembuatan testimoni Antasari.
Hal tersebut dia sampaikan usai melakukan gelar perkara dengan Polri dan Kejaksaan Agung di gedung Wantimpres, Jl Veteran, Jakarta, Sabtu (7/11/2009) malam.
“Nggak usah dikasih tahu semua sekarang,” ujar Buyung tanpa menjelaskan maksud perkataannya itu.
Dalam pertemuannya dengan Antasari, Tim 8 banyak bertanya tentang asal muasal perkara sehingga menyebabkan status tersangka terhadap Bibit S Rianto dan Chandra Hamzah hingga akhirnya mereka dijebloskan ke dalam tahanan.
“Pemeriksaan belum selesai. Karena dia sudah datang maka kita mendengarkan sebentar. Tadi dijelaskan bagaimana asal muasal adanya pemeriksaan orang-orang KPK,” jelas pria berambut putih ini menjelaskan.
Buyung dan anggota tim lain juga mempertanyakan kenapa Bibit dan Chandra dijadikan sebagai tersangka padahal kasus yang sedang dialami oleh Antasari adalah kasus pembunuhan.
“Dia (Antasari) kan ditangkap karena pembunuhan. Bagaimana bisa Bibit dan Chandra juga bisa tersangkut,” Tanya Buyung.
Untuk lebih memperdalam lagi, lanjut Buyung, besok sekitar pukul 13.00 WIB, Antasari akan dipanggil untuk menjalani 'pemeriksaan' lanjutan.
(anw/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 00:50 WIB
Lembaga Survei Diingatkan Jaga Kredibilitas & Independensi di Pilkada DKI
-
Jumat, 25/05/2012 00:10 WIB
Penetapan DPT oleh KPUD DKI Jakarta Ditunda
-
Kamis, 24/05/2012 23:57 WIB
Duh! Satpol PP Mencuri di Kantor Pemrtintahan Lampung
-
Kamis, 24/05/2012 23:42 WIB
Truk Tangki Tabrak Kontainer, Tangan Sopir Putus Akibat Terjepit
-
Kamis, 24/05/2012 23:18 WIB
Paket Isi Ganja untuk Anak Renny Jayusman Dites Laboratorium
-
Kamis, 24/05/2012 16:42 WIB
'Bidadari' Beraksi di Bundaran HI, Lalu Lintas Tersendat
-
Kamis, 24/05/2012 15:35 WIB
Kaca Retak, Lion Air Bayar Rp 45 Juta pada Penumpang
-
Kamis, 24/05/2012 14:49 WIB
HTI Aksi Tolak Lady Gaga di Bundaran HI, 50 'Bidadari' Antre Berdemo
-
Kamis, 24/05/2012 16:36 WIB
Rusia Selidiki Dugaan Sukhoi Disabotase AS!
-
702 Komentar
-
262 Komentar
-
239 Komentar
-
227 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 572.000
- Rp 2,801.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
