detikcom
Sabtu, 07/11/2009 18:55 WIB

TNI AL: Pergantian KSAL Bukan Hal yang Luar Biasa

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - TNI AL membenarkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhie Pudijatno akan digantikan Laksamana Madya Agus Suhartono (Irjen Dephan) tidak dilakukan secara mendadak. Pergantian adalah hal yang rutin dilakukan.

"Oh tidak (mendadak) di TNI AL pergantian KSAL adalah yang rutin dilakukan. Pergantian KSAL tidak hal yang luar biasa. Apalagi tiga-tiganya (KSAD, KSAU, KSAL) juga diganti," ujar Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/11/2009).

Selain KSAL, pergantian juga dilakukan terhadap Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Letjen TNI George Toisutta yang saat ini menjabat Pangkostrad akan diposisikan sebagai KSAD. George menggantikan Jenderal TNI Agustadi Sasongko.

Sedang KSAU dipercayakan kepada Marsekal Madya Imam Sufaat, menggantikan Marsekal Subandrio. Saat ini, Imam Sufaat menjabat sebagai Panglima Komando Operasi Angkatan Udara.

Iskandar mengatakan dirinya belum menerima surat Kepres pergantian KSAL. Ia menjelaskan pergantian KSAL ini akan dibahas Senin 9 Oktober mendatang.

"Sekarang kan libur, Senin kita akan bahas," ujarnya.

(lrn/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel