Jual Bayi Baru Lahir, Dokter dan Perawat Ditangkap
Jumat, 06/11/2009 17:30 WIB
Ilustrasi (Guardian)
Mexico City
Tiga dokter dan seorang perawat ditangkap karena melakukan praktek tak terpuji. Mereka menjual bayi-bayi baru lahir. Sebelumnya keempat orang itu mengatakan pada para ibu bayi bahwa anak mereka telah meninggal.
Peristiwa ini terjadi di Mexico City, Meksiko. Kepolisian membongkar aktivitas mereka setelah seorang wanita mengetahui bahwa bayinya ternyata masih hidup dan dijual kepada seorang wanita dengan harga 15.000 peso (US$ 1.240).
Demikian disampaikan Wakil Jaksa Umum, Luis Genaro seperti dilansir kantor berita Sydney Morning Herald, Jumat (6/11/2009).
Dikatakan Genaro, wanita yang melapor ke polisi tersebut melahirkan secara caesar di rumah sakit swasta Central West Hospital pada Oktober 2008. Kepada polisi, dia mengatakan mendengar bayinya menangis. Namun ketika dia meminta untuk melihat bayinya, dokter-dokter menyuruhnya menunggu sampai efek bius benar-benar menghilang. Tak lama kemudian para dokter tersebut mengatakan bayinya telah dibawa ke rumah sakit lain karena sakit.
Namun sehari kemudian, wanita itu diberitahu kalau buah hatinya telah meninggal dan telah dikremasi. Wanita tersebut mengetahui kebenaran itu setelah mendapat email dari seorang pria yang diyakini merupakan putra direktur rumah sakit tersebut.
Selain ketiga dokter dan seorang perawat, seorang resepsionis rumah sakit juga telah ditangkap. Polisi yakin kelompok tersebut telah menjual beberapa bayi baru lahir. Namun belum bisa dipastikan berapa jumlahnya.
(ita/iy)
Peristiwa ini terjadi di Mexico City, Meksiko. Kepolisian membongkar aktivitas mereka setelah seorang wanita mengetahui bahwa bayinya ternyata masih hidup dan dijual kepada seorang wanita dengan harga 15.000 peso (US$ 1.240).
Demikian disampaikan Wakil Jaksa Umum, Luis Genaro seperti dilansir kantor berita Sydney Morning Herald, Jumat (6/11/2009).
Dikatakan Genaro, wanita yang melapor ke polisi tersebut melahirkan secara caesar di rumah sakit swasta Central West Hospital pada Oktober 2008. Kepada polisi, dia mengatakan mendengar bayinya menangis. Namun ketika dia meminta untuk melihat bayinya, dokter-dokter menyuruhnya menunggu sampai efek bius benar-benar menghilang. Tak lama kemudian para dokter tersebut mengatakan bayinya telah dibawa ke rumah sakit lain karena sakit.
Namun sehari kemudian, wanita itu diberitahu kalau buah hatinya telah meninggal dan telah dikremasi. Wanita tersebut mengetahui kebenaran itu setelah mendapat email dari seorang pria yang diyakini merupakan putra direktur rumah sakit tersebut.
Selain ketiga dokter dan seorang perawat, seorang resepsionis rumah sakit juga telah ditangkap. Polisi yakin kelompok tersebut telah menjual beberapa bayi baru lahir. Namun belum bisa dipastikan berapa jumlahnya.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 10:39 WIB
Isu Pencapresan Ani Yudhoyono Tunjukkan PD Tak Solid
-
Sabtu, 26/05/2012 10:38 WIB
Presiden SBY Jalan Santai di Borobudur
-
Sabtu, 26/05/2012 10:32 WIB
Ini Kronologi Penembakan 2 Satpam IPB oleh Maling Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:30 WIB
Polisi Pelajari Proyektil Peluru yang Ditembakkan Pencuri Motor di IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:32 WIB
Ini Kronologi Penembakan 2 Satpam IPB oleh Maling Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:22 WIB
SBY Diyakini Akan Pegang Ucapannya, Ani Yudhoyono Tak Akan Maju di 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 10:38 WIB
Presiden SBY Jalan Santai di Borobudur
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
