Ketua MA: Kisruh KPK Vs Polri Belum Ada Wasit
Jumat, 06/11/2009 12:48 WIB
Jakarta
Kisruh antar dua lembaga penegak hukum KPK dengan Polri semakin memanas. Tidak adanya mediator untuk mencairkan ketegangan ini menjadi salah satu faktornya.
Jika buktinya sudah cukup, Ketua MA Harifin A Tumpk meminta agar kasus ini segera dibawa ke pengadilan.
"Sekarang kan repot orang bertengkar nggak ada wasitnya," ujar Harifin kepada wartawan di Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2009).
Menurut Harifin, kisruh ini hanya bisa diselesaikan dengan pembuktian dari masing-masing pihak. Agar opini masyarakat tidak terus berkembang fakta hukum harus dibuktikan di pengadilan.
"Biarkan kasus berjalan. Jika cukup bukti lanjutkan, jika tidak cukup bukti ya hentikan," katanya.
Ditanya apakah MA akan menengahi kisruh ini Harifin hanya menjawab singkat. "Lihat saja nanti," tandasnya sambil berlalu.
Kisruh KPK Polri memanas setelah adanya testimoni Antasari yang mengatakan adanya dugaan suap yang dilakukan oleh Bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo terhadap pimpinan KPK untuk menyelesaikan kasus Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan (Dephut).
Dalam perkembangannya Polri menetapkan dua pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dengan sangkaan pelanggaran penyalahgunaan kewenangan, dugaan suap dan pemerasan. Keduanya sempat ditahan.
Belakangan dalam persidangan di MK terungkap adanya hasil sadapan yang dilakukan KPK terhadap Anggodo Widjojo. Rekamanan penyadapan ini diputar dan menunjukan adanya indikasi kriminalisasi terhadap dua pimpinan KPK.
Sejumlah nama petinggi Kejaksaan dan Kepolisian disebut dalam rekaman ini. Nama RI 1 pun dicatut, kuat dugaan kalau Anggodo adalah tokoh sentral yang mengatur proses kriminalisasi terhadap Bibit dan Chandra.
Dua hari setelah rekaman ini dibuka, Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji dan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Namun mereka membantah jika pengunduran diri ini dilakukan karena adanya tekanan dari sejumlah pihak. (did/nik)
Jika buktinya sudah cukup, Ketua MA Harifin A Tumpk meminta agar kasus ini segera dibawa ke pengadilan.
"Sekarang kan repot orang bertengkar nggak ada wasitnya," ujar Harifin kepada wartawan di Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2009).
Menurut Harifin, kisruh ini hanya bisa diselesaikan dengan pembuktian dari masing-masing pihak. Agar opini masyarakat tidak terus berkembang fakta hukum harus dibuktikan di pengadilan.
"Biarkan kasus berjalan. Jika cukup bukti lanjutkan, jika tidak cukup bukti ya hentikan," katanya.
Ditanya apakah MA akan menengahi kisruh ini Harifin hanya menjawab singkat. "Lihat saja nanti," tandasnya sambil berlalu.
Kisruh KPK Polri memanas setelah adanya testimoni Antasari yang mengatakan adanya dugaan suap yang dilakukan oleh Bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo terhadap pimpinan KPK untuk menyelesaikan kasus Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan (Dephut).
Dalam perkembangannya Polri menetapkan dua pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dengan sangkaan pelanggaran penyalahgunaan kewenangan, dugaan suap dan pemerasan. Keduanya sempat ditahan.
Belakangan dalam persidangan di MK terungkap adanya hasil sadapan yang dilakukan KPK terhadap Anggodo Widjojo. Rekamanan penyadapan ini diputar dan menunjukan adanya indikasi kriminalisasi terhadap dua pimpinan KPK.
Sejumlah nama petinggi Kejaksaan dan Kepolisian disebut dalam rekaman ini. Nama RI 1 pun dicatut, kuat dugaan kalau Anggodo adalah tokoh sentral yang mengatur proses kriminalisasi terhadap Bibit dan Chandra.
Dua hari setelah rekaman ini dibuka, Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji dan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Namun mereka membantah jika pengunduran diri ini dilakukan karena adanya tekanan dari sejumlah pihak. (did/nik)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
