detikcom

Masuknya Pengungsi Srilangka, Deplu Cium Indikasi Perdagangan Manusia

Nograhany Widhi K - detikNews
Jumat, 06/11/2009 12:00 WIB
Jakarta Departemen Luar Negeri (Deplu) mencium adanya indikasi perdagangan manusia menyusul masuknya pengungsi Srilangka ke Indonesia. Pembicaraan terhadap pihak Australia dan Srilangka terus dilakukan.

"Kita cium keterlibatan jaringan perdagangan manusia. Kita sedang menyelidiki," kata Jubir Deplu Teuku Faizasyah di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2009).

Saat ini, 255 pengungsi Srilangka terdampar di Merak, Banten. Sementara 78 lainnya terdampar di Tanjung Pinang, Riau. Deplu sedang memproses agar 255 pengungsi di Merak dipindahkan ke Detention Centre. Tujuannya untuk mengidentifikasi apakah mereka termasuk imigran gelap atau pengungsi.

"Sampai saat ini sudah ada kurang dari 10 orang yang turun dari kapal," tambah Faiz.

Sementara untuk pengungsi di Tanjung Pinang, Riau, izin tinggal mereka berakhir hari ini. Namun Deplu masih memberikan perpanjangan izin hingga 1 minggu lagi.

"Perpanjangan itu adalah ekpresi pemerintahan Indonesia, bentuk kemurahan hati sambil memberikan dorongan agar pihak Australia mempercepat proses negosiasi dan mencari solusi masalah yang dihadapi," jelasnya.

(amd/iy)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel