detikcom

Laporan dari Arab Saudi

Konjen RI Akui Sempat Kewalahan Tangani Transportasi Jamaah Calhaj

M. Rizal Maslan - detikNews
Jumat, 06/11/2009 09:30 WIB
Jakarta Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Jeddah, Arab Saudi mengakui sempat kewalahan dalam menangani persoalan transportasi bagi jamaah calon haji di Makkah. Namun dipastikan menjelang tanggal 22 November 2009, sesuai janji Muasasah, 300-an bus akan dikeluarkan.

"Setelah saya tinjau, yang agak kewalahan itu Sektor 11 Zahir. Memang Zahir termasuk wilayah paling jauh, sekitar 7 kilometer dan titiknya banyak," kata Konsul Jenderal RI Jeddah, Gatot Abdullah Mansyur, kepada wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji, saat ditemuai di Jl Shi'ab Ibn Hashim, Makkah, Kamis (5/11/2009) malam waktu setempat.

Diakui Gatot, sebenarnya semua bus sudah dipasangi nomor sektor dan rumahnya, tapi banyak yang lepas, sehingga membingungkan jamaah. Terkait transportasi ini, pihaknya bersama jajaran PPIH terus melakukan rapat evaluasi.

"Sekarang ini transportasi diserahkan kepada Muasasah. Kita hanya membackup petugas. Di setiap titik ada tiga, empat sampai lima petugas kita yang back up. Nanti dievaluasi lagi, kalau kurang kita BKO-kan dari sektor," jelasnya.

Gatot pun berjanji akan terus melakukan penambahan setiap hari angkutan bagi jamaah calon haji ini setiap hari. Diharapkan sebelum tanggal 22 November 2009 akan ada 300an bus yang keluar, sesuai perjanjian dengan Muasasah.

"Kita akan pastikan semua bus keluar semua," tegasnya.

Gatot juga memahami keluhan dari jamaah soal keterlambatan-keterlambatan angkutan bagi jamaah ini yang hendak atau pulang dari Masjidil Haram.

"Dinamikanya banyak, macet akibat banyaknya proyek di sini, seperti proyek monorel di Makkah dan lain-lain," ungkapnya.

Soal sopir yang tidak mau mengangkut jamaah, Gatot mengatakan ini persoalan teknis. Banyak sopir asal Mesir dan Yaman yang mogok.

"Makanya kita buat perjanjian satu bus meski 318 bus, tiap mobil ada dua sopir. Tahun lalu ada 600 bus dengan 600 sopir, kalau semua istirahat, ya, mobilnya istirahat juga. Jadi diharapkan sekarang tidak ada yang off, jadi yang off sopirnya aja," ujarnya.

Menanggapi banyaknya jamaah calhaj Indonesia yang menggunakan kendaraan omprengan. "Itu resiko masing-masing, bagi yang tidak sabar, silakan saja," ujarnya lagi.

(zal/irw)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel